HOME » KOREA
KOREA

Kisah di Balik Terciptanya Hangeul oleh Raja Sejong hingga Disebut Sebagai Alfabet Terbaik

Selasa, 23 Juni 2020 10:15 Penulis: Mita Anandayu

Raja Sejong penemu Hangeul © habkorea.net

Kapanlagi.com - Awal mula terciptanya Hangeul (alfabet Korea) diciptakan karena sang raja merasa kasihan pada rakyat yang buta huruf. Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong.

Raja Sejong merupakan raja dinasti Joseon (1392-1910). Raja Sejong diketahui menciptakan Hangeul karena kecintaannya kepada rakyat. Namun, siapa sangka kisah di balik terciptanya Hangeul begitu berat. Seperti apa?

1. Kisah di Balik Terciptanya Hangeul

Raja Sejong tetap memutuskan untuk menciptakan Hangeul untuk rakyatnya yang buta huruf meski adanya keberatan dari kelas bangsawan. Alfabet ini pun tercipta agar bisa dipelajari siapa pun dalam sehari-hari.

Kisah di balik penciptaan Hangeul dijelaskan dalam Naskah Hunminjeongum atau Hunminjeongum Haerye. Naskah tersebut tercatat dalam UNESCO pada tahun 1997. Dalam Haerye yang diterbitkan pada tahun 1446, yaitu tiga tahun setelah penemuan Hangeul, disebutkan soal alfabet Korea, bagaimana komentar soal Hangeul sampai bagaimana setiap hurufnya dirancang.

Yang mengesankan, karena desain ilmiahnya, Hangeul dapat mereplikasikan semua suara secara tertulis. Dan memungkinkan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka secara tertulis.

2. Keistimewaan Hangeul

Apa yang membuat Hangeul istimewa? Dr. Samuel Robert Ramsey, yang merupakan seorang profesor linguistik Asia Timur di Universitas Maryland meneliti Hangeul selama lebih dari 50 tahun. Ia memuji desain ilmiah Hangeul dan menggambarkan penemuan Hangeul sebagai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dia menghargai humanitarianisme yang tercermin dalam Hangeul. Bagaimana Raja Sejong mendidik smeua orang tanpa memandang jenis kelamin dan kelas. Dan ini membuat dirinya dipandang sebagai suatu bahaya dan menyinggung kelas penguasa pada saat itu.

3. Alfabet Terbaik

Seperti yang dilansir dari VANK (Voluntary Agency Network of Korea), dia juga berkomentar bahwa Hangeul tidak hanya merupakan indikator tingkat budaya Korea, tetapi juga hadiah bagi dunia karena nilainya melampaui batas Korea.

Konsonan Korea ? ? dan ? meniru bentuk organ vokal, menunjukkan hubungan yang jelas antara suara dan tulisan. Di sisi lain, dalam bahasa Inggris, tidak ada petunjuk untuk menemukan hubungan apa pun dalam pengucapan antara konsonan 'd' dan 't'.

Dr. Werner Sasse, profesor di Universitas Hamburg, memuji Raja Sejong atas sistematisasi fonologinya. Selama berabad-abad, ia menyebut Hangeul sebagai alfabet terbaik yang menggabungkan filsafat dan teori ilmiah. Sejarawan Inggris John Man menggambarkan Hangeul sebagai alfabet terbaik yang diimpikan oleh semua bahasa.

(van/mit)

Editoraaa: Mita Anandayu


REKOMENDASI
TRENDING