KOREA

Korban dan Saksi Buka Suara Soal Kasus Bullying, Dipalak dan Dihajar Habis-Habisan - Ji Soo Tulis Surat Pembelaan

Senin, 22 Maret 2021 11:55 Penulis: Renisya Satya Putri

Ji Soo © XPN - MBC

Kapanlagi.com - Kasus yang menyeret aktor Ji Soo masih berlanjut. Pada Sabtu (20/3) lalu, program MBC True Story Expedition Team menayangkan wawancara eksklusif dengan alumni SD dan SMP Ji Soo yang mengungkapkan dugaan bullying dan pelecehan seksual terkait aktor tersebut.

Para korban dan saksi mengungkapkan secara detail perlakuan yang mereka terima dari Ji Soo selama duduk di bangku sekolah. Mulai dari penindasan, pemalakan, pelecehan, dan berbagai bentuk bullying lainnya pernah dilakukan oleh Ji Soo kepada teman-teman sekolahnya dulu.

"Saya dibully habis-habisan oleh Ji-soo. Saya dijadikan 'tukang antar-jemput roti'. Dia memaksa saya untuk membelikannya roti dan makanan ringan dari kantin sekolah menggunakan uang saya sendiri. Dia akan menetapkan waktu seperti 1 atau 2 menit dan jika saya datang terlambat, dia akan memukul saya. Dia menelepon ponsel saya dan berkata, "Kamu tahu kan kamu harus membawa uang besok?" Awalnya dimulai dari 5 hingga 10 ribu won (sekitar RP 63-127 ribu), tetapi kemudian naik menjadi 100 ribu won (sekitar Rp 1.274.000). Dia nggak main-main saat melakukan bullying dan menyuruh saya mengerjakan kuis dan ujian tengah semester untuknya," ungkap korban A, seperti dilansir dari Xports News.

1. Tidak Berani Lapor

Ketika ditanya mengapa tidak melaporkan tindakan Ji Soo dan geng bully-nya, korban A menyatakan bahwa mereka sudah pernah melakukannya. Namun, tidak ada hasil yang signifikan dari aksi mereka tersebut.

"Kami pernah melaporkannya, tetapi mereka (para pengganggu) tidak takut pada guru. Mereka hanya akan melanjutkan aksi mereka ke anak berikutnya dan bullying terus berlanjut. Setelahnya kami mulai berpikir tidak akan ada yang berubah bahkan jika kita melaporkannya, jadi tidak ada yang berani melaporkannya setelah itu," sambung korban A.

2. Lakukan Kekerasan Fisik

Tak hanya memalak teman-teman sekolahnya, salah seorang korban juga mengungkapkan bahwa Ji Soo juga melakukan kekerasan fisik. Jika ada yang tidak bisa memenuhi keinginan Jisoo, maka hukuman fisik akan menjadi konsekuensinya.

"Dia menendang pantat dan paha saya, memukul kepala saya, menampar wajah saya, atau meninju dada dan perut saya. Dia memberi saya misi seperti menyuruh saya untuk berdiri saat pelajaran berlangsung untuk bernyanyi atau menari. Pada dasarnya, saya adalah badutnya. Dia duduk di barisan belakang dan menggunakan saya sebagai perisainya sehingga dia bisa tidur. Jika postur tubuh saya sedikit melenceng, dia akan memukul bagian belakang kepala saya," ungkap B selaku teman sekelas Ji Soo saat SMP.

3. Masih Kesal Hingga Sekarang

Meski sudah terjadi bertahun-tahun lalu, kejadian yang melibatkan Ji Soo ini masih meninggalkan luka hingga sekarang. Saking kesalnya, korban dan juga keluarga mereka tak sanggup melihat sosok Ji Soo yang kerap muncul di layar televisi.

"Saya ingat suatu hari mengganti-ganti saluran TV dan Ji Soo muncul. Saya mengutuk wajahnya dan berteriak baj*ngan, memukul-mukul dada saya dan langsung mengganti saluran," ungkap ibu salah satu korban saat dikunjungi tim produksi MBC.

"Saya tidak menonton dramanya. Bahkan sekarang, dia membuat saya bergidik karena marah. Saya ingat saat itu menemui kepala sekolah dan dibuat terkejut dengan sikapnya," ungkap ibu korban lainnya.
"Dalam perjalanan keluar, saya mendengar kepala sekolah berkata, 'mereka pasti punya banyak waktu luang. Apakah mereka tidak ada hubungannya? Guru wali kelas bahkan menelepon kami dan menyarankan agar kami pindah ke tempat lain sehingga anak kami tidak bersekolah di tempat yang sama dengan Ji Soo," sambung suaminya.

4. Ditakuti Siswa Lain

Kehadiran Ji Soo menjadi momok bagi siswa-siswa lain di sekolah. Sebisa mungkin mereka menghindari pertemuan dengan Ji Soo agar tidak menjadi sasaran bullying aktor kelahiran 30 Maret 1993 tersebut.

"Ji Soo menindas banyak anak. Salah satu teman dekat saya secara khusus dibully oleh Ji Soo. Saya ingat kami membeli mie cup dan memakannya di belakang TV di sekolah karena takut bertemu dengan Ji Soo di kantin. Ada tempat persembunyian di belakang sekolah. Sebuah makam. Temanku sering dipukul di kuburan belakang sekolah," aku teman sekelas C.

5. Semakin Merajalela

Aksi bullying Ji Soo semakin menjadi setelah dia bergabung dengan sebuah geng yang berisi anak-anak nakal lainnya. Dampak yang ditimbulkan oleh aksi Ji Soo dan gengnya ini pun semakin parah dirasakan oleh para korban.

"Ji Soo awalnya seorang bully di kelas dia merekrut sekelompok iljin (anak-anak nakal yang suka mengganggu). Kami memanggil mereka 'Iljin-pam'. Setelah itu, Jisoo mulai menggunakan kekuatannya untuk memerintahkan anak-anak iljin lain untuk menjalankan aksinya. Jika kamu melawan mereka, kamu akan dikucilkan oleh seluruh siswa di kelas dan dibully," ujar dua teman sekelas Ji Soo, D dan E.

6. Kesaksian Teman Sekelas

Dari banyaknya tuduhan yang ditujukan kepada Jisoo akhir-akhir ini, ternyata ada juga yang tidak benar. Salah satunya adalah tuduhan bahwa Ji Soo pernah memaksakan tindakan seksual pada siswa laki-laki lain yang diklarifikasi oleh salah satu saksi.

"Memang benar Jisoo adalah seorang tukang bully. Dia bahkan mengakuinya sendiri. Tapi ada beberapa bagian yang tidak benar... Saya hanya ingin memastikan dia dihukum hanya karena apa yang dia perbuat dulu. Dari ingatan saya, saya tidak ingat apa-apa tentang Jisoo yang memaksa tindakan seksual pada siswa laki-laki. Penuduh yang pertama kali muncul dulunya juga merupakan tukang bully yang kejam di tahun pertama dan kedua yang menjadi orang buangan di tahun ketiga. Dia menyalahkan Jisoo untuk berbagai hal yang dilakukan anak-anak lain padanya," ungkap F, teman sekelas Ji Soo.

7. Pengakuan Berbeda

Di sisi lain, teman-teman Ji Soo semasa SD justru mengungkapkan hal yang berbeda kepada tim produksi MBC. Salah satu dari mereka membenarkan kabar terkait aksi seksual yang dilakukan oleh Ji Soo kepada siswa laki-laki lainnya, bahkan ada yang menjadi korbannya langsung.

"Selama retret, saya menyaksikan dia (Ji Soo) melakukan aksi seksual secara paksa pada beberapa anak laki-laki. Semua orang di kelas melihatnya. Kami berpura-pura tidak melihatnya karena kami tidak ingin menjadi target berikutnya," ungkap salah satu teman SD Ji Soo.

"Saya melihat dia meletakkan tas di atas kepala siswa lain. Saya hanya menjadi korban pelecehan seksual ringan dan pelecehan verbal, tetapi kelakuannya semakin parah seiring berjalannya waktu. Saya juga melihatnya melakukan masturbasi di kelas," imbuh siswa lain.

8. Surat Pembelaan Ji Soo

Sementara itu, pihak agensi Ji Soo menyatakan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada program tersebut bahwa aktor mereka sudah menghubungi para korban untuk meminta maaf secara langsung. Ji Soo sendiri juga menuliskan pembelaan terkait kasus yang menjeratnya tersebut.

"Saya bergaul dengan sekelompok anak nakal dan dengan bodohnya percaya pada ilusi bahwa saya memiliki kekuatan besar di tangan saya. Namun, klaim yang menyebutkan bahwa saya menindas teman sekelas dan memaksa mereka untuk membeli barang, mengerjakan ujian untuk saya, dilecehkan atau diserang secara seksual sama sekali tidak benar. Jika Anda memberi saya kesempatan, saya ingin meminta maaf kepada orang-orang yang terluka oleh tindakan saya" tulis Ji Soo kepada program MBC True Story Expedition Team.


REKOMENDASI
TRENDING