KOREA

Tayangkan Adegan Kontroversial, 'BACKSTREET ROOKIE' Dalam Pengawasan Komisi Standar Komunikasi Korea

Jum'at, 10 Juli 2020 12:21 Penulis: Renisya Satya Putri

Ji Chang Wook & Kim Yoo Jung 'BACKSTREET ROOKIE' © SBS

Kapanlagi.com - Berdasarkan pemberitaan Media Today, drama BACKSTREET ROOKIE yang dibintangi oleh Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung ini menerima 6.384 keluhan sipil. Seorang perwakilan dari Komisi Standar Komunikasi Korea (KOCSC) menyatakan bahwa laporan terkait drama ini merupakan salah satu yang terbanyak yang pernah mereka terima.

"Ini adalah program yang telah menerima jumlah pengaduan sipil terbesar dalam setahun terakhir. Bahkan tanpa membatasi jangka waktu, ini sudah pasti masuk sebagai salah satu dari jumlah pengaduan terbesar yang kami terima," tutur pihak KOCSC dilansir dari Soompi.

Dikabarkan sebelumnya, BACKSTREET ROOKIE menjadi kontroversi karena menunjukkan konten yang dianggap kurang layak. Konten yang dimaksud termasuk adegan di mana seorang siswa di bawah umur mendekati orang dewasa untuk minta rokok dan akhirnya menciumnya, adegan yang melibatkan pekerja seks, pengambilan gambar siswa sekolah menari di karaoke dari bawah ke atas, adegan eksplisit seorang pengarang webtoon mandi, ruangan dengan potret wanita telanjang, dan adegan di mana seorang pengarang mendesah saat menggambar webtoon eksplisit yang menonjolkan tubuh wanita.

1. Setuju Lakukan Pernyataan Pendapat

Subkomite KOCSC (diketuai Heo Mi Sook) mengadakan rapat di Seoul pada Rabu (8/7/2020) kemarin. Berdasarkan hasil rapat, mereka memutuskan untuk mendengarkan pernyataan pendapat dari tim produksi setelah menetapkan bahwa episode pertama BACKSTREET ROOKIE (tayang 19/6/2020) melanggar ketentuan peraturan penyiaran.

Pelanggaran tersebut termasuk masalah mempertahankan klasifikasi dan bahasa penyiaran. Salah satu tahap dalam melakukan pernyataan pendapat adalah memanggil perwakilan dari perusahaan penyiaran program terkait untuk menjelaskan alasan penayangan siaran semacam itu. Keputusan ini diambil oleh kelima anggota komite musyawarah.

2. Kritik Klasifikasi Drama

Panitia musyawarah juga mengkritik klasifikasi drama tersebut. Mereka menemukan ketidaksesuaian antara klasifikasi yang diajukan dengan konten yang ditayangkan.

"Alasan mengapa ada begitu banyak keluhan sipil adalah bahwa webtoon BACKSTREET ROOKIE masuk klasifikasi 19+, tetapi mereka (pihak produksi drama) mencoba mengubahnya menjadi 15+. Namun, mereka ceroboh dalam hal mengedit. Bahasa yang sangat sensual dan cabul digunakan tanpa pandang bulu. Meskipun ini adalah sebuah drama, bahaya etis dan emosional pada remaja sangatlah besar," ujar Park Sang Soo, salah satu anggota komite.

"(Konten semacam itu) tidak terlihat seperti klasifikasi 15+," sambung anggota komite lain.

3. Komodifikasi Perempuan

Anggota komite Kang Jin Sook juga mempermasalahkan komodifikasi perempuan dalam drama mengingat webtoon yang menjadi rujukan bertema dewasa. "Ketika melihat webtoon-nya, remaja perempuan diobjektifikasi secara seksual melalui perspektif pria. Karena webtoon itu digunakan sebagai karya rujukan, drama ini juga memiliki banyak adegan bermasalah yang mengkomodifikasi perempuan," komentar Kang Jin Sook.

Ketua Heo Mi Sook juga mempertanyakan apakah drama ini dapat dinikmati bersama dengan anggota keluarga. Dia menyatakan, "Penyutradaraan yang digunakan dalam webtoon terasa di berbagai tempat dalam drama. Ada masalah mendasar di sini."

4. Hapus Adegan Kontroversial

Orang-orang yang mengajukan keluhan terhadap BACKSTREET ROOKIE menyatakan bahwa drama tersebut mengobjektifikasi perempuan di bawah umur dan menayangkan adegan sugestif. Setelah kemunculan kontroversi ini, adegan-adegan yang dipermasalahkan dihapus dari layanan VOD (Video On Demand) replay.


REKOMENDASI
TRENDING