Pengalaman Audisi SM di Jakarta, Sia-Sia Tanpa Visual Menarik?

Sabtu, 05 Agustus 2017 08:45 Penulis: Rahmi Safitri
Pengalaman Audisi SM di Jakarta, Sia-Sia Tanpa Visual Menarik? SM Global Audition 2017 © SM Entertainment

Kapanlagi.com - Menjadi seorang penggemar K-Pop, kita selalu disuguhi aksi menarik dari idola. Mereka berusaha menghibur para pecintanya dengan menyanyi, dance, akting, dan bakat-bakat lainnya. Mereka juga mempesona karena secara visual, para idola ini pastinya enak dipandang dan menyegarkan mata.

Wajah tampan atau cantik tanpa bakat dan attitude yang bagus tak akan ada gunanya di dunia K-Pop. Oleh karena sebelum menjadi sosok idola yang memang patut untuk diidolakan, seseorang harus menjalani masa training. Training atau pelatihan ini hampir dipunya oleh setiap agensi entertainment di Korea. Selama menjadi trainee (sebutan untuk calon-calon idola di masa training), mereka memang bukan hanya dilatih untuk menyanyi, dance, akting, presenting, modelling, dan lain-lain tapi juga dididik agar punya personality dan teamwork yang bagus.

Sehun dan Taeyong ditemukan pemandu bakat di jalanan © IstimewaSehun dan Taeyong ditemukan pemandu bakat di jalanan © Istimewa

Sebelum menjadi seorang trainee, pastinya ada tahapan yang harus dilalui karena tak semua orang seberuntung Sehun EXO atau Taeyong NCT yang langsung diajak pemandu bakat untuk bergabung dengan agensi besar karena wajah menawan mereka. Mereka juga harus lolos audisi dulu sebelum dinyatakan resmi jadi trainee dan selangkah lagi jadi idola (kalau berhasil debut).

SM Entertainment adalah salah satu agensi entertainment Korea yang jadi impian banyak remaja dunia. Tak sedikit yang ingin jadi idola di agensi yang didirikan oleh Lee Soo Man ini. Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak yang beranggapan, debut di SM dijamin sukses atau paling tidak punya banyak penggemar.

Artis SM yang tidak berasal dari Korea © IstimewaArtis SM yang tidak berasal dari Korea © Istimewa

SM sendiri sadar kalau orang-orang berbakat bukan hanya ada di Korea Selatan saja. Oleh karena itu mereka sering mengadakan audisi di luar negeri. Dari audisi tersebut ditemukanlah idola-idola dari China (Zhoumi, Zhang LiyinVictoria fx, Lay EXO, Winwin NCT, Renjun NCT, Chenle NCT), Amerika Serikat (Tiffany Girls Generation, Krystal fxAmber fxJohnny NCT), Kanada (Henry Lau, Wendy Red Velvet, Mark NCT), Jepang (Yuta NCT), dan Thailand (Ten NCT).

Sejak beberapa tahun terakhir ini SM ini juga mengadakan audisi di negara-negara yang punya banyak fans K-Pop. Salah satunya adalah Indonesia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, agensi yang mempopulerkan TVXQ dan Super Junior ini pun mengadakan audisi di beberapa kota besar di Tanah Air antara lain Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Medan. SM kemudian memberi pilihan kepada siapa saja yang ingin ikut untuk memilih bakat menyanyi, dance, presenter, akting, menulis lagu, modelling sampai komedian.

SM terus mencari bakat di berbagai negara © SM EntertainmentSM terus mencari bakat di berbagai negara © SM Entertainment

Para fans K-Pop di Indonesia pun menyambut audisi ini dengan antusias tinggi. Yang merasa punya bakat pun segera mendaftar audisi via e-mail. Pihak SM akan membalas e-mail mereka untuk memberitahukan di mana lokasi audisi akan diadakan.

Salah satu remaja Indonesia yang pernah ikut SM Global Audition ini adalah salah satu fans K-Pop Indonesia yang suka ngedance, kita sebut saja dia S. Setelah melihat video greeting dari artis SM soal Global Audition, S pun iseng-iseng mencoba mendaftar via e-mail. Dari semua bakat yang diaudisikan, S memilih untuk menunjukkan kemampuan dance-nya karena dia merasa tidak bisa bernyanyi, akting, dan lainnya.

Setelah mendapat e-mail balasan dari SM dengan memberitahukan lokasi audisi yang berlokasi di sebuah hotel di Jakarta, S pun datang ke lokasi bersama temannya yang kebetulan ternyata mendaftar juga. Audisi SM Global Audition ini pun antri panas-pasanan karena tiap peserta sudah punya jam audisi sendiri. S bilang dia dapat jadwal sore tapi siang sudah datang. Suasana saat itu ramai, tapi nggak sampai yang membludak.

Sebelum masuk ruang audisi, ada registrasi ulang untuk mengisi formulir. Baru setelah itu dapat nomor audisi yang dipasang di baju. Nomor itu sesuai dengan bakat. S kemudian bergabung dalam batch berisi 10 peserta audisi. Setelah itu dengan diantar panitia, mereka naik ke lantai atas, untuk menanti giliran audisi di sebuah lorong. Formulir yang sudah mereka isi lalu dikumpulkan kepada panitia lainnya di sana.

Di lorong tersebut ada beberapa ruangan untuk tempat audisi. Kalau sudah ada yang kosong, satu batch berisi 10 orang tadi kemudian diminta masuk dan diarahkan untuk berdiri berjajar. Para peserta kemudian dijelaskan kalau mereka harus menunjukkan bakat ngedance mereka selama dua menit dengan musik yang sudah disediakan oleh pihak panitia. Jadi intinya peserta audisi ngedance diminta untuk freestyle untuk melihat bakat mereka.

Di sinilah S mulai merasakan sebuah fakta tentang sulitnya ikut audisi untuk agensi Korea. Bukan sulit menampilkan kemampuan ngedance-nya, tapi karena secara visual, dia dan peserta lain dalam batch tersebut tak punya wajah yang Korea. S sendiri menilai, peserta audisi dance yang satu batch dengannya memang punya bakat menari, nggak hanya asal gerak belaka.

"Di dalem ada satu juri di belakang meja, di sampingnya ada kamera. And when the music started, that's when you know how rude they are (dan saat musik diputar, saat itu lah kamu tahu mereka keterlaluan). Ya rude in my opinion sih. Boro-boro dinilai dance-nya, cuma dilihat formulir buat lihat nomer peserta, nyocokin sama mukanya. Kalo jelek langsung dilewatin, kalo ada yang ganteng atau cantik dan muka-muka Asia Timur gitu baru formulirnya disisihin. Dan kebetulan batch-ku isinya orang asli muka Indonesia semua. Aku nggak lihat ada formulir disisihin," kata S.

Pengalaman kurang menyenangkan itu juga dirasakan oleh teman S yang ikut audisi untuk bakat menyanyi. Walaupun punya kemampuan vokal, tapi nggak yang bagus banget atau berwajah khas Indonesia, maka bisa dipastikan cuma akan dilihat sekilas oleh juri.

Setelah selesai audisi, S langsung pulang setelah sebelumnya dijanjikan akan dihubungi via e-mail lagi kalau lolos. Saat ditanya apakah saat audisi dia percaya diri bakal lolos, S bilang tidak tapi yang jelas dia punya pengalaman dengan mengikuti SM Global Audition.

"Soalnya ya gitu, aku bisa dance tapi bukan yang bagus buanget gitu. Muka juga pas-pasan dibandingin sama standarnya SM. (Pengalaman) Dapet temen yang jelas, tahu pengalaman audisi juga. Ya jadi tahu kalau idol-idol yang sekarang beken itu audisinya ya gitu doang, tapi mereka emang berbakat," ujar S yang mengidolakan boyband SHINee.

Semua artis SM berbakat © SM EntertainmentSemua artis SM berbakat © SM Entertainment

Meski mengaku tidak mendapat e-mail lagi dari SM, S ternyata tak kecewa karena baginya bisa ikut audisi sudah memberinya banyak pelajaran. Dia juga percaya kalau banyak remaja-remaja Indonesia yang punya potensi untuk jadi idola K-Pop.

"Potensi itu ada. Yang pinter menari sama nyanyi itu banyak banget. Tapi kalau buat SM agak susah di tampang. Mending ikut audisi agensi lain aja," kata S sambil tertawa.

Bagaimana pendapat KLovers dengan cerita S soal pengalamannya ikut audisi SM Entertainment? Well, yang jelas nggak boleh patah semangat. Buat yang merasa punya bakat baik itu menyanyi, ngedance, atau apapun itu, asah terus kemampuan kalian. Kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan kan? :)

(kpl/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING