Jadi Anak Pesantren dan Berhijab, Elyzia Mulachela Akui Seru

Selasa, 22 September 2015 07:48 Penulis: Rahmi Safitri
Jadi Anak Pesantren dan Berhijab, Elyzia Mulachela Akui Seru Elyzia Mulachela © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Dalam film terbarunya KALAM-KALAM LANGIT, Elyzia Mulachela berperan sebagai seorang santri pesantren. Ini kedua kalinya bagi Elyzia bermain dalam film religi dan mengharuskan dirinya memakai jilbab. Artis asal Lombok ini pun menceritakan kesulitannya saat bermain dalam film religi.

"Pernah (main film religi) sebelumnya tapi belum tayang sih. Film UDAH PUTUSIN AJA (UPA) di situ aku pakai jilbab juga. Kalau UPA ceritanya lebih ringan, Islaminya nggak terlalu diceritakan serius. Banyak dramanya. Kalau ini (KALAM-KALAM LANGIT) lebih Islami, kehidupan anak pesantren," ceritanya saat ditemui di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan belum lama ini.

Terlebih lagi film ini menceritakan kehidupan pesantren di pedesaan yang tak pernah dialami Elyzia sebelumnya. Tapi, Elyzia sangat senang bisa terlibat dalam sebuah film religi, karena banyak ilmu yang ia dapat.

Dalam KALAM-KALAM CINTA, Elyzia harus banyak bermain dengan mimik wajah © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaDalam KALAM-KALAM CINTA, Elyzia harus banyak bermain dengan mimik wajah © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

"Tantangannya beda dari religi yang lain, disini aku mengharuskan mengaji, jilbabnya syar'i, ya anak pesantren lah yang benar-benar taat. Aku kan terbiasa dengan kehidupan kota, aku juga nggak pakai jilbab aslinya. Jadi serunya di situ. Belajar hal baru lagi," ujar Elyzia.

Dalam film KALAM-KALAM LANGIT ini, Elyzia berperan menjadi seorang perempuan yang memendam perasaan kepada sahabat laki-lakinya. Kalimat yang ia ucapkan pun sangat sedikit dan lebih banyak bermain dengan ekspresi wajah.

"Di sini kalimatnya juga dikit banget. Cuma setiap kalimat yang aku ucapin itu dalem. Lebih ke mimik wajah. Karena aku memendam perasaan, lebih harus diasah lagi emosinya. Kata orang kan enak nggak banyak kalimatnya, tapi justru itu yang susah. Karena aku harus memainkan ekspresi (wajah)," jelasnya.

(kpl/rhm/pit)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING