FILM INDONESIA

Pengumuman Pemenang Falcon Pictures Script Hunt, Bisa Syuting Saat Pandemi - Ajak Penulis Terjun di Industri!

Selasa, 01 Desember 2020 15:10 Penulis: Louvina Gita

Anggy Umbara, Fajar Bustomi (credit: Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya)

Kapanlagi.com - Pada awal September lalu, situs kepenulisan Kwikku bekerja sama dengan rumah produksi Falcon Pictures menggelar kompetisi Script Hunt. Mereka mencari cerita dalam bentuk novel dan skenario untuk difilmkan oleh tujuh sutradara kenamaan yakni Anggy Umbara, Fajar Bustomi, Indra Kurniawan, Rako Prijanto, Herwin Novianto, Ifa Isfansyah dan Danial Rifki.

Setelah tiga bulan pencarian, akhirnya diumumkan tujuh cerita yang dipilih dan akan difilmkan oleh tujuh sutradara. Anggy memilih cerita berjudul Balada Sepasang Kekasih Gila karya Han Gagas, Fajar memilih cerita Jangan Ambil Surgaku karya Ari Keling lalu Indra memilih cerita Pelangi Tanpa Warna karya Mahfriza Kifani.

Menyusul Rako memilih cerita berjudul Catatan Harian Para Pembohong karya Buaya Dayat, Herwin memilih cerita Kapan Pindah Rumah? karya Annisa Diandari Putri, Ifa memilih cerita The Murderer karya Revin Palung dan terakhir Danial memilih cerita bertajuk Kattok Mencari Dalang karya Gusti Ayu Puspagathy.

1. Bisa Syuting Saat Pandemi

Dalam jumpa pers melalui Zoom pada Senin (30/11/2020) para sutradara menjelaskan alasan-alasan memilih tujuh cerita itu dari ribuan naskah yang masuk. Selain cerita yang segar, karakterisasi menarik serta kedekatan tema dengan personal para sutradara, juga kemungkinan syuting dilaksanakan dalam kondisi pandemi.

"(Memilih karena) kedekatan cerita baik secara selera, emosi atau pengetahuan kita. Jadi kita bisa ngasih value lebih tentang itu. Kalau kita lagi jauh dengan itu, menggambarkan cerita akan seperti bohong. Kalau dekat, kita akan merasa jujur aja. Itu starting point," kata Danial Rifki.

"Setelah dinilai secara emosional, yang utama kita mikir: mungkin nggak syuting saat pandemi, mungkin nggak dieksekusi dengan kru yang lebih kecil? Kita menghitungnya lebih realistis," lanjutnya sutradara RENTANG KISAH tersebut.

2. Memberi Kesempatan Penulis Terjun di Industri

Mengingat baru saja diumumkan, proses selanjutnya masih akan dibicarakan antara pihak Kwikku dengan Falcon Pictures terkait budget dan kapan syuting bisa dimulai. Sementara untuk proses kreatif alih wahana dari novel ke skenario, Anggy Umbara berniat mengajak penulisnya untuk terjun di balik layar dengan mengerjakan skenario.

"Ini kan bentuk masih novel jadi harus di-rework dari novel ke screenplay. Penginnya sih yang mengerjakan si penulis sendiri biar visi apa yang mau dia sampaikan lebih bisa ketampung dan nggak terkompromi dari kami. Habis itu kami visualisasikan menjadi lebih filmis tanpa bermaksud mengurangi kedalaman dari apa yang mau disampaikan. Secara filmis saya akan kasih koridor, guidance apa yang baik dieksekusi, karena kita kerja bareng," tandas Anggy Umbara.

3. Tetap Kreatif dan Produktif

Pandemi terbukti tak menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus kreatif dan produktif. Apapun dan di manapun KLovers beraktivitas, jangan lupa untuk #IngatPesanIbu agar terlindungi dari bahaya Covid-19.

Disiplin menerapkan beberapa hal seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menghindari kerumunan orang bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang tersayang dari paparan virus corona. 


REKOMENDASI
TRENDING