FILM INDONESIA

Perihal Estafet Sutradara 'SUZZANNA: BERNAPAS DALAM KUBUR', Produser Beri Penjelasan

Selasa, 25 September 2018 01:40 Penulis: Ayu Srikhandi

Luna Maya © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Usaha rumah produksi Soraya Intercine Films dalam menghidupkan kembali sosok Suzanna sudah lama berdengung. Namun baru pada pertengahan tahun 2018, Anggy Umbara mengumumkan bila dirinya didapuk sebagai sutradara film yang diberi tajuk SUZANNA: BERNAPAS DALAM KUBUR yang dibintangi Luna Maya ini.

Seiring berjalannya waktu diketahui bila Rocky Soraya ikut turun tangan menahkodai film tersebut. Diduga karena terjadi konflik sehingga Anggy mundur dari proyek itu.

Saat dikonfirmasi, Sunil Soraya selaku produser membantah hal
tersebut. Ia mengaku hubungan kerja mereka baik-baik saja. Hanya saja setelah Anggy menyelesaikan tugasnya, Rocky didapuk melakukan pengambilan adegan ulang menggunakan naskah baru yang tak tanggung-tanggung porsinya sebanyak hampir 70%.

"Sutradaranya ganti karena beda visi, beda cara kerja. Zaman sekarang udah biasa kan? Kita baik-baik aja kok karena Anggy Umbara juga temen saya. Ini bukan seperti sebuah konflik yang bagaimana, hanya wajar kalau sebuah film seperti itu," kata Sunil ditemui di kantor Soraya Intercine Films, kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).


1. 20 Hari Syuting Ulang

Setelah Anggy Umbara menyelesaikan tugasnya, Sunil Soraya meminta Rocky Soraya untuk memimpin syuting ulang. Rocky diminta re-shoot untuk semua adegan horor, termasuk opening dan ending.

"Saya memang diminta produser untuk take over. Bagian saya syuting total 20 sekian hari dan itu re-shoot semua. Kalau ditanya kenapa saya, karena perbedaan kreatif antara produser dengan sutradara yang lama aja," terang Rocky ditemui di tempat yang sama.

Pengambilan gambar oleh Rocky rupanya tidak menggunakan skenario lama. Melainkan benar-benar skenario baru dikarenakan beberapa faktor yang setelah masuk meja editing dirasa tidak cocok.

"Di awal saya lihat bagus, pas lihat lagi saya merasa nggak bagus akhirnya ganti lokasi, juga ada problem dengan akting, terus ada scene yang sejujurnya ada kesalahan di-skripnya. Banyak re-shoot saya nulis ulang scene yang saya nggak setuju. Saya merasa bahwa ini pernah saya lihat. Saya pastikan ini nggak pernah dilihat di scene film mana pun," urai Sunil panjang lebar.

2. Tambah Hari Syuting Lagi

Setelah menyelesaikan bagiannya, beberapa hari lalu Rocky Soraya melakukan pengambilan gambar lagi. Hal itu setelah Sunil Soraya merasa ada yang keliru sehingga harus dibetulkan.

"Baru-baru ini re-shoot ulang dua hari, ada adegan yang belum memuaskan buat saya. Saya memang nonton syutingnya, kalau ada kesalahan saya langsung bilang ini harus re-shoot," ucap putra dari produser Ram Soraya itu.

3. Budget Membengkak

Sunil Soraya mengakui bila pengambilan gambar ulang menambah budget. Dana yang dikucurkan untuk film ini dikatakan sama dengan TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK.

"Ini jadi salah satu film saya paling mahal. Mirip dengan TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK. Ini urusannya susah ya, bukan cuma make up-nya, tapi re-shoot, urusan set aura 80, dan ini dan itu segala macam makan biaya. Karena hari syuting tambah lama,  tambah makan biaya," aku Sunil.

4. Nama Anggy Umbara Tetap Tercantum

Dalam poster resmi yang telah beredar, nama Anggy Umbara disejajarkan dengan Rocky Soraya sebagai sutradara. Karena memang Anggy tetap menjadi bagian proyek ini sejak awal. Kemungkinan adegan-adegan miliknya masih terpakai.

"Saya merasa siapa pun yang ambil andil dalam film ini harus ditaruh namanya. Itu hanya etik saya aja. Anggy dari awal sudah terlibat, jadi saya nggak mau tinggal dia gitu aja," tutup Sunil

(kpl/abs/jje)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING