Prabowo Akan Hadiri Premiere 'GUNUNG EMAS ALMAYER'

Jum'at, 31 Oktober 2014 23:01 Penulis: Mahardi Eka
Prabowo Akan Hadiri Premiere 'GUNUNG EMAS ALMAYER' dok, KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Prabowo Subianto dikabarkan akan menghadiri gala premiere film GUNUNG EMAS ALMAYER di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (3/11) nanti. Film ini tak lain adalah hasil produksi Rahayu Saraswari Djojohadikusumo, keponakan Prabowo, yang terkenal dengan trilogi Merah Putih.

GUNUNG EMAS ALMAYER mengangkat kisah tentang seorang pedagang senjata berkebangsaan Belanda Kaspar Almayer, yang mengejar impiannya menemukan gunung emas di Borneo. Film ini sarat dengan semangat moral, nilai multikulturalisme, dan pluralisme. 

Ceritanya sendiri diangkat dari novel ALMAYER'S FOLLY yang kemudian di diadaptasi ke layar lebar. Film ini menjadi sebuah kolaborasi antara Media Desa Indonesia, dengan eksekutif produsernya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dengan rumah produksi Tanah Licin yang diproduseri U-Wei Bin Haji Saari.

Film kolosal ini rencananya akan ditayangkan perdana di bioskop Indonesia pada 6 November 2014 mendatang. "Film ini terkonsep ketika saya menemukan cerita dari Almayer’s Folly karya Joseph Conrad yang mengarungi daratan Malaka sejak abad ke 19. Novel itu saya dapatkan di tahun 1996,” ungkap U-Wei.

Mengulik dari sinopsisnya, film GUNUNG EMAS ALMAYER yang mengambil setting Malaka awal abad 19 akan menceritakan tentang perjuangan seorang pedagang senjata berkebangsaan Belada yang mempunyai minat bidang arkeolog. Dengan durasinya sepanjang 116 menit, Para bintang GUNUNG EMAS ALMAYER akan menceritakan Kaspar Almayer dalam mengejar impiannya. 

Impian Almayer untuk menemukan gunung emas, tak mudah. Ada banyak rintangan dan tantangan yang harus dihadapi, baik dari para pedagang Arab, manuver politik ketua suku adat setempat, tentara
iliter Kolonial Inggris, pejuang kemerdekaan maupun dari sisi keluarganya

"Film Ini memberi kita jendela ke dalam melihat masyarakat melayu di Malaka pada akhir abad ke 19. Campuran yang sangat kompetitif antara adat melayu, pribumi suku, Eropa, Arab, India, dan Cina yang  hidup dan bekerjasama," tutur sutradara: U-Wei Bin Haji.

 

(kpl/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING