Sistem Sensor Baru Halangi Film Indonesia Jadi Perhatian Dunia

Rabu, 14 Oktober 2015 05:52 Penulis: Rahmi Safitri
Sistem Sensor Baru Halangi Film Indonesia Jadi Perhatian Dunia Chand Parwez © KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Produser film Indonesia memberikan reaksi keras atas pengkajian sistem sensor baru. Mereka menganggap bila wacana tersebut akan membawa industri hiburan tanah air mundur kembali ke masa lalu.

"Itu berarti kembali ke zaman batu dong, kembali ke Orde Baru. UU perfilman nomor 33 tahun 2009 tidak lebih baik dari UU nomor 12 tahun 1989. Tapi di tahun 1989 sudah tidak ada hal seperti itu. Artinya kita mundur," komentar Chand Parwez kepada KapanLagi.com® saat ditemui di Epiwalk, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam (13/10).

Saat ini film Indonesia perlahan tapi pasti menunjukkan identitas di mata dunia. Bila sistem baru terealisasi, bukan tak mungkin menghalang-halangi kreativitas untuk semakin diakui. Terlebih dengan serbuan film-film Hollywood yang mau tak mau memang mendominasi pasar bioskop lokal.

Chand menilai banyak jebakan di film Indonesia © KapanLagi.com®Chand menilai banyak jebakan di film Indonesia © KapanLagi.com®

"Ini akan memperlambat produktivitas kita di saat sedang bersaing dengan film luar," terang bos rumah produksi Starvision ini.

Lebih lanjut, Chand menganggap wacana yang dikaji Lembaga Sensor Film (LSF) dan Komisi I DPR dalam rapat Senin kemarin (12/10) sebagai jebakan.  Patut diketahui sistem sensor sekarang dilakukan setelah final editing. Sementara yang tengah digodok bakal dilakukan saat penulisan skenario.

"Menurut saya film Indonesia malah mendapat jebakan-jebakan tidak perlu," tutupnya.

(kpl/abs/pit)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING