'FRAGMENTS' Catatan Pengakuan Marilyn Monroe

'FRAGMENTS' Catatan Pengakuan Marilyn Monroe 'FRAGMENTS' Marilyn Monroe ©jacketupload.macmillanusa.com

Kapanlagi.com - 50 tahun sudah Marilyn Monroe meninggal dunia. Namun kenangan akan dirinya masih tersisa. Dan tepat di lima dekade setelah kematiannya, sang bintang legendaris tersebut mengaku bahwa dirinya adalah seorang perempuan yang berbahaya, rapuh, dan seorang yang penuh pengertian serta takut menjadi gila.Hal itu diungkapkan lewat tulisan pribadinya yang akan dipublikasikan untuk pertama kalinya minggu depan. Tulisan itu juga menunjukkan bahwa Monroe ternyata kutu buku yang kerap mengutip penyair Inggris John Milton dan Sigmund Freud manakala didera putus asa oleh kesendiriannya.Pengakuan sang aktris muncul dalam FRAGMENTS yang merupakan kumpulan catatan, surat-surat pribadinya, dan puisi yang ditinggalkannya untuk Lee Strasberg, guru spiritualnya, menjelang kematiannya di Los Angeles pada 1962 dalam umur 36 tahun.Le Nouvel Observateur, mingguan Perancis, mempublikasikan ekstrak surat-surat yang disunting Bernard Comment, penulis Swiss dan Stanley Buchthal, yang menjadi pemilik resmi memoar Monroe tersebut. Sedangkan edisi Bahasa Inggris memoar itu dipublikasikan pada 14 Oktober oleh HarperCollins.Monroe terkenal karena memiliki masalah mental dan menyukai karya-karya sastra. Namun pengakuannya mengenai kehidupan paling pribadinya, dari masa remaja sampai menjelang ajalnya tiba, menjawab pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya kehidupan perempuan yang digambarkan sebagai wanita pirang bodoh dalam film-filmnya itu."Mengapa aku merasakan siksaan ini?" tulisnya dalam satu buku harian pada 1955, "Atau mengapa aku merasa kurang manusia dibandingkan dengan yang lain (senantiasa merasa berada pada satu keadaan yang membuatku menjadi setengah manusia, di sisi lain, mengapa aku menjadi yang terburuk, mengapa?) Bahkan secara fisik, aku selalu yakin bahwa ada yang tidak beres dengan diriku."Pada 1958, di bawah psikoanalisis dan setelah kegagalan pernikahannya dengan sastrawan Arthur Miller, dia menulis, "Tolong, tolong, tolonglah. Aku merasa kehidupan mendekatiku manakala semua yang aku inginkan sirna."Miller adalah satu-satunya orang dalam kehidupan Monroe yang dipercayai sang aktris seperti dia mempercayai dirinya sendiri, demikian pengakuan Monroe dalam catatan hariannya.Di bagian lain, dalam fragmen tak berwaktu, dia menggambarkan keputus-asaannya menghadapi satu adegan film. "Aku lelah. Aku mencari cara untuk bisa memainkan peranku. Seluruh hidupku selalu membuatku tertekan. Bagaimana bisa aku memerankan seorang perempuan ceria, muda nan penuh harapan?"Sebagai seorang bintang yang tengah naik daun pada awal 1950an, dia menuliskan bait-bait puisi melukiskan kesunyian dirinya. "Aku sendirian. Aku selalu sendiri, apapun yang terjadi..." Di puisi lain, dia bersajak: "Bagaimana jadinya aku sampai seperti mati dan benar-benar tiada."Pada 1961, Monroe menulis kepada Ralph Greenson, psikoanalisnya, bahwa dia membaca korespondensi Freud dan mendapati dirinya tertekan. Dia juga bercerita, bagaimana dia membanting kursi ke jendela di sebuah klinik, dan mengancam memotong urat nadi tangannya.Tahun berikutnya, Monroe ditemukan mati di rumahnya karena overdosis menelan obat tidur. Seorang petugas koroner memastikan kematiannya karena bunuh diri. 

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(antara/boo)

Rekomendasi
Trending