HOLLYWOOD

Kronologi Pengakuan Selena Gomez Soal Depresi Selama Bertahun-Tahun

Jum'at, 12 Oktober 2018 19:58 Penulis: Sora Soraya

Selena Gomez © Splashnews

Kapanlagi.com - Selena Gomez baru saja bikin heboh karena kabar kesehatan mentalnya yang sedang terganggu. Mantan kekasih Justin Bieber ini telah menjalani perawatan di rumah sakit Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles dan didampingi oleh sanak keluarganya.

Sesuai rumor yang beredar, Selena Gomez mengalami gangguan mental karena dampak dari transplantasi ginjal yang dilakukannya pada September 2017. Disebutkan jika Selena memiliki masalah pada jumlah sel darah putih yang biasa ditemukan pada pasien komplikasi usai operasi ginjal.

Namun tahukah kamu jika ternyata depresi yang dialami Selena sudah menghantuinya sejak tahun 2014 silam? Dilansir dari Us Magazine, ini semua bermula saat ia didiagnosis menderita penyakit lupus.

1. Janji Lakukan Yang Terbaik

Tentu bukanlah hal yang menyenangkan saat kamu didiagnosis menderita lupus di saat usiamu masih 22 tahun. Nggak kebayang seperti apa suasana hati Selena Gomez saat mendengar dokter memberinya vonis penyakit yang mengancam nyawa itu.

Sejak saat itu Selena pun mencari banyak pengobatan untuk menyembuhkan penyakit lupus yang dimilikinya. Beruntung saat itu Selena mendapatkan banyak support dari keluarga, orang terdekat dan juga para fansnya.

Sambil melanjutkan pengobatannya, Selena sempat berterima kasih untuk para fans lewat akun Instagram-nya, "Aku sudah melakukan semua hal terbaik yang bisa ku lakukan. Terima kasih atas cinta dan pelukan kalian. Kalian adalah sumber inspirasiku."

2. Merasa Banyak Dituntut

Sebulan setelah mengungkapkan rasa terima kasihnya, Selena kembali membuat sebuah pengakuan saat memberikan pidato di acara We Day California 2014. Di sanalah ia mengaku jika ada begitu banyak tekanan yang menghampirinya selama ini.

"Aku dikelilingi oleh orang-orang yang seharusnya membimbingku, ya sebagian memang iya, tapi sisanya lagi tidak. Mereka malah membuatku tertekan. Ada banyak tekanan. Kamu harus jadi seksi, kamu harus cute, kamu harus baik. Kamu harus menjadi ini-itu," tutur Selena mengawali curhatannya.

Ia pun melanjutkan, "Mereka bicara tentang apa yang harus ku pakai, bagaimana penampilanku, apa yang harus ku katakan, dan aku bakal menjadi apa. Sampai saat ini, aku terpengaruh oleh tekanan itu. Aku kehilangan jati diriku yang sebenarnya. Aku mendengarkan pendapat orang lain dan aku mencoba berubah karena ku pikir dengan begitu orang lain mau menerimaku."

3. Butuh Break

Tak lama setelah itu, Selena seakan menghilang ditelan bumi. Usut punya usut, rupanya gadis yang mengawali karirnya dalam serial Barney & Friends ini memutuskan untuk menjalani rehab karena depresi yang dialaminya pasca didiagnosis menderita lupus.

"Aku didiagnosis lupus. Keguguran yang dialami ibuku juga diekspos. Jadi aku harus membatalkan tur. Aku butuh waktu sampai aku merasa baikan. Itu benar-benar membuatku frustasi karena aku 100% diizinkan untuk melakukan hal itu, namun orang-orang justru berpikir hal yang tidak-tidak," ungkap Selena pada GQ April 2016 lalu.

"Masa laluku sepertinya lebih menarik bagi banyak orang ketimbang masa depanku, itu yang membuatku jengkel. Kenapa sih kalian begitu peduli?" tegas Selena menambahkan.

4. Efek Samping Lupus

Hingga pada akhirnya Selena membuat pengakuan jika depresi yang dialaminya merupakan efek samping dari lupus. Selena menyadari jika penyakit mematikan itu bisa membuat para penderitanya mengalami gangguan mental dan juga panic attack.

"Aku ingin lebih aktif dan fokus menjaga kesehatan dan kebahagiaanku, dan aku sudah memutuskan bahwa cara terbaik untuk move on adalah dengan vakum. Terima kasih para fans atas dukungan kalian. Kalian tahu bagaimana istimewanya kalian untukku, tapi aku harus melakukan ini semua untuk membuatku yakin kalau aku mampu menjadi yang terbaik. Aku tahu aku tidak sendirian, berbagi soal ini aku harap kalian punya keberanian untuk mengatasi masalah kalian sendiri," jelas Selena lewat sebuah wawancara dengan Us Weekly pada Agustus 2016 lalu.

5. Konser di AMA 2016

Setelah menjalani proses rehab yang cukup panjang, Selena akhirnya pertama kalinya tampil di atas panggung dalam event American Music Awards November 2016. Di sanalah ia menyampaikan sebuah pidato menyentuh yang membuat para penonton menangis penuh haru.

"Thank you guys, so much," ucapnya dengan nada bergetar. "2014 kemarin, panggung ini adalah menjadi tempat di mana aku jujur 100 persen pada kalian," kenang Selena Gomez membuka pidatonya.

"Mau atau tidak, aku rasa aku layak untuk jujur pada kalian yang sudah tahu banyak tentang hidupku. Aku sempat berhenti karena aku merasa aku sudah punya segalanya. Hatiku benar-benar hancur. Aku menyimpan masalahku agar kalian tak bersedih, tapi terlalu banyak unek-unek yang ku simpan sendiri sampai akhirnya aku benar-benar jatuh," kenang Selena tentang hal yang membuatnya vakum sementara dari dunia musik.

"Aku tidak ingin mencari persetujuan kalian soal hal itu, itu juga bukan hal yang aku butuhkan lagi. Yang ingin aku katakan adalah aku sangat bersyukur atas kesempatan untuk bisa sharing masalahku pada kalian, orang-orang yang aku cintai. Aku harus berterima kasih banyak pada para fansku, karena keloyalan kalian aku bisa sampai sini, dan aku nggak tahu apakah aku pantas memiliki kalian. Tetapi jika kalian merasa sedih, janganlah berlarut-larut. Satu hal yang harus kalian tahu: Aku peduli kalian, ini untuk kalian," ucapnya sambil mengangkat piala.

6. Merasa Kesepian

Meski hidupnya selalu dikelilingi oleh banyak fans dan jadwal konsernya yang begitu padat, faktanya Selena tetap merasa kesepian. Ia bahkan sering terserang panic attack sebelum dan sesudah acara konser.

"Harga diriku serasa ditembak. Aku depresi dan khawatir. Aku terserang panik yang luar biasa beberapa saat sebelum konser dimulai, atau bahkan setelah turun dari panggung. Aku merasa tidak cukup baik dan mampu melakukannya," tutur Selena pada Vogue di tahun 2017 lalu.

Selena mengaku takut tak bisa membuat para fansnya puas dengan penampilannya. Selena juga khawatir kalau mereka bisa melihat ketakutan ini di dalam dirinya. Padahal selama ini ia yang selalu bilang kalau percaya diri itu penting dalam setiap pidatonya.

7. Berjuang Melawan Depresi

Sudah melakukan segala cara untuk menyembuhkan penyakit mental yang dialaminya, apa daya Selena tidak bisa menghilangkan depresi itu. Hingga pada akhirnya ia berada di titik untuk menerima segala kenyataan yang ada.

"Ku rasa (penyakit) ini adalah pertarungan yang harus ku hadapi di seumur hidupku, dan aku bisa menerimanya karena aku tahu kalau aku lebih memilih diriku sendiri daripada hal lainnya," kata Selena saat menjalani cover photoshoot bersama Harper's Bazaar bulan Maret lalu.

8. Ogah Akses Internet

Sempat menghilang dari pemberitaan, Selena mengaku jika bulan Januari lalu ia pindah ke Orange County, daerah yang lebih sepi. Penyanyi cantik berusia 26 tahun ini merasa tak lagi nyaman tinggal di Los Angeles.

"Ini amat melegakan, LA membuatku merasa claustrophobia. Aku tak bisa melakukan banyak hal di LA. Amat mustahil rasanya," ungkap Selena saat menjalani wawancara bersama Elle.

Ia juga tak banyak berkomentar pada publik maupun melalui akun sosial medianya. Ternyata wanita 26 tahun ini ingin lebih sederhana dan menjauhi internet. Selama berbulan-bulan ia tak mengakses media sosial karena akun Instagram Selena dipegang oleh timnya. Keputusan ini dibuat karena ia tak menemukan dirinya di dunia maya. Ia ingin menjalani hidupnya tanpa tekanan dan komentar para netizen.

9. Jalani Perawatan Mental

Kini Selena sedang menjalani perawatan kesehatan mental untuk mengobati gangguan emosional yang dialaminya. Sempat membuat publik bertanya-tanya, salah seorang sumber baru saja mengungkapkan kondisi terbaru mantan kekasih Justin Bieber itu.

"Saat ini Selena sedang beristirahat dan mendapat serangkaian perawatan untuk mengobati panic attack yang berhubungan dengan masalah medis yang dialaminya," tutur sang sumber pada Us Weekly.

Sumber tersebut juga menambahkan jika kondisi Selena berangsur-angsur membaik, "Dia semakin membaik dari hari ke hari. Dia mungkin bisa pulang dalam waktu dekat. Dia tidak menjalani program 30, 60, ataupun 90 hari. Perawatannya bisa selesai kapanpun (tergantung kondisinya)."

Get well soon, Selena. You know we love you!

(kpl/sry)

Editor: Sora Soraya


REKOMENDASI
TRENDING