Adjie Notonegoro Berpameran di Madrid, Spanyol
Kapanlagi.com - Setelah sukses menggelar pameran tunggal hasil karyanya di beberapa kota mode di negara Barat maupun Amerika, perancang busana Adjie Notonegoro kembali menghelat acara yang sama. Kali ini kota Madrid, Spanyol yang dibidik. Alasan pemilihan kota itu menurutnya karena kota tersebut merupakan salah satu kota yang dijadikan perkembangan mode di Eropa.
"Selain pameran yang diadakan 9 Oktober di museum Del Troje, saya juga akan dikenalkan dengan asosiasi perancang dan model-model Spanyol. Ini kesempatan emas bagi saya untuk mengenalkan busana asal Indonesia yang dapat dipakai dalam event apa saja," ujarnya pada Kapanlagi.Com di rumah butiknya, Selasa (2/9) sore.
Ia menambahkan selama ini batik yang dipandang masyarakat hanya dipakai pada acara tertentu. Tapi di tangan Adjie batik juga dapat digunakan di acara lain tanpa menutupi kesan glamor bagi pemakainya.
"Jadi saya coba memperkenalkan batik bisa dipakai sebagai busana malam tanpa mengurangi keanggunan si pemakai. Saya cuma menyelipkan rancangan itu dengan kebiasaan masyarakat setempat," lanjut Adjie yang menyiapkan pameran tunggal ini selama satu tahun.
Advertisement
Di luar pameran tersebut, Adjie tengah berusaha mematenkan hak cipta baju kebaya sebagai pakaian resmi Indonesia. Ia tak ingin hak itu jatuh ke negara lain seperti halnya batik yang diklaim sebagai busana asal Malaysia.
"Saya terus usaha untuk itu. Kebaya itu punya bangsa Indonesia dan harus dipopulerkan di masyarakat kita. Hal itu penting karena selama ini kebaya identik dengan pakaian orang tua. Saya juga bangga sekarang banyak desainer yang bergaya dengan kebaya," terangnya.
Dengan tema "Malam Indonesia Dalam Batik" nanti, Adjie akan memamerkan 30 potong hasil rancangan yang dibawakan oleh 10 model asal Indonesia.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
(kl/opa)
Advertisement
