SELEBRITI

Ahmad Sahroni Sebut Dirinya Lakukan Pemerasan di Podcast Deddy Corbuzier, Adam Deni: Saya Siap Nunjukin Mutasi Rekening

Kamis, 07 April 2022 06:15

Adam Deni ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Adam Deni mengaku sakit hati atas ungkapan Ahmad Sahroni dalam podcast di channel Deddy Corbuzier yang mengatakan dirinya telah melakukan pemerasan. Ia mengaku yang ia minta pada Ahmad Sahroni adalah reimburse biaya pertemuannya dengan Ahmad Sahroni di Bali.

Saat ditemui sebelum sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (6/4) Adam Deni membantah hal tersebut. Bahkan ia mengatakan berani menunjukkan bukti mutasi rekening.

"Kenapa sekarang saya sakit hati karena dia bilang saya pemeras, padahal ke Bali itu dia saya chat cuma minta reimburse uang saya. Lantas kenapa ketika di podcast Deddy dia bilang saya meras uang Rp 15 juta, nah itu dari mana? Mutasi rekening saya siap nunjukkan misal kalau nggak di-block rekening saya," ungkap Adam Deni.

1. Mengaku Cuma Terima Uang Rp 5 Juta

"Dia cuma transfer uang Rp 5 juta buat reimburse selama di Bali padahal yang saya keluarkan Rp 50 jutaan. Kok saya difitnah memeras. Dia bilang ujung-ujungnya uang. Nggak sama sekali," lanjutnya.

2. Akan Urus dokter Tirta Belakangan

Tak hanya itu, Adam Deni juga menyinggung statement dokter Tirta yang turut mengatakan bahwa dirinya melakukan pemerasan. Secara tidak langsung Adam Deni akan mengurus dokter Tirta setelah kasusnya dengan Ahmad Sahroni selesai.

"Nggak ada yang benar makanya saya sakit hati banget karena dia bilang saya memeras. Apalagi si dokter bilang memeras, nanti lah dokter nanti saya fokus sama AS saja," ujarnya.

3. Ahmad Sahroni Tidak Mau Terima Permohonan Maafnya

Selain itu, Adam Deni pun mempertanyakan kenapa Ahmad Sahroni tidak mau menerima permintaan maafnya. Ia menduga hal ini ada kaitan dengan rencana Ahmad Sahroni yang tidak mau dipandang buruk oleh masyarakat karena kepentingan sebagai calon DKI 1.

"Kenapa tidak mau menyelesaikan masalah ini? Kenapa tidak mau menerima permintaan maaf ini, kenapa? Apa karena dia takut karena mau naik DKI 1?, Kalau iya ada otomatis dia kacau, karena ya kita tahu kejahatannya," tukasnya.

(kpl/irf/sry)


REKOMENDASI
TRENDING