SELEBRITI

Anang Hermansyah Tanggapi Kritikan Para Musisi Seputar RUU Permusikan

Kamis, 31 Januari 2019 21:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Anang Hermansyah / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Kapanlagi.com - Rancangan Undang-Undang (RUU) permusikan yang diusulkan Komisi X DPR RI belum lama ini menuai protes keras dari sederet musisi Tanah Air. Mereka menyebut jika banyak aturan atau pasal yang tidak masuk akal dan malah 'menyudutkan' para musisi.

Dalam hal ini, Anang Hermansyah berdiri di pihak DPR. Ia memang dulunya musisi, namun seperti diketahui sekarang berganti profesi jadi anggota DPR fraksi PAN. Anang pun menanggapi kritikan para musisi terhadap RUU tersebut.

"Sebetulnya kalau ditelaah, saya melihatnya tidak begitu. Itu masalahnya orang maen ribut, tapi nggak baca dulu," ujar Anang ketika ditemui dihubungi, Rabu (30/1).

1. Dirancang Para Ahli

Para musisi mengkritisi anggota DPR yang dianggap kurang paham mengenai dunia musik. Anang yang juga turut terlibat dalam proses penataan RUU itupun memberikan pembelaannya. Menurutnya, RUU permusikan itu sudah melalui proses panjang dan disusun bersama para ahli.

"Di DPR pasti proses, proses itu sudah sampai di ranah badan keahlian dewan. Kita punya tim dan jago, memang sudah memiliki pemahaman sosiologi dan sejenisnya. Itu diolah melalui masukan-masukan dari beberapa orang pinter, sudah memanggil dan mendatangi sekolah-sekolah atau seniman-seniman hebat, dimintai pendapat, lalu diolah menjadi itu," sambung suami Ashanty ini.

2. Perlu Sertifikasi?

Salah satu pasal menyebutkan jika saat ini musisi harus punya sertifikasi untuk terjun ke dunia hiburan atau menggelar pertunjukan. Bagi musisi indie, terutama yang belum punya label, tentu saja peraturan itu dirasa sangat merugikan. Lalu bagaimana pendapat Anang?

"Anak baru belajar gitar kemarin yang nggak ngerti apa-apa, cuma ngerti main gitar boleh nggak disebut seniman? Boleh, nggak masalah. Cuma pada saat masuk ke dunia kompetisi, masuk ke dunia usaha, itu dipertanyakan. Pengalaman kamu apa? Bener nggak? Lho apakah salah pasal itu?" lanjut pria kelahiran Jember ini.

"Supaya apa? Supaya SDM musik indonesia itu kompetensinya jelas, tidak abal-abal. Kan kita memperbaiki SDM hari ini, lah itu lah tujuannya. Negara dunia sekarang kan menuju sertifikasi dan kompetensi," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING