Aniaya Pembantu, Ibu Manohara Jadi Buronan Polisi Perancis

Sabtu, 16 Mei 2009 08:45 Penulis: Noviana Indah TW
Kapanlagi.com - Ibunda model Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, ternyata benar-benar menjadi buronan pemerintah Perancis. Hal ini berdasarkan fakta yang tertulis dalam surat kabar terbitan Perancis, Nice Matin, yang menjelaskan jika Daisy divonis bersalah bersama suaminya setelah terbukti menganiaya pembantunya sendiri.

Dalam surat kabar yang terbit pada tanggal 22 April 2008 itu disebutkan jika Daisy dan suaminya telah mengambil seorang wanita yang berasal dari Indonesia bernama Shaliha. Shaliha sendiri dipekerjakan secara tidak baik dan tidak layak. Selain itu, masih kata surat kabar itu, Shaliha juga telah mengalami pelecehan seksual serta tak pernah menerima gaji.

"Saya tidak mau asal bicara. Tapi kopian surat kabar itu sudah menjadi bukti. Setelah diadili, mereka berdua telah divonis hukuman masing-masing 4 dan 18 bulan penjara. Tapi Daisy telah melarikan diri ke Indonesia. Sebagai warga negara yang baik, saya terbangun rasa nasionalismenya untuk melaporkan ini kepada pemerintah Perancis, karena warga negara Indonesia," kata salah seorang kerabat kerajaan Kelantan, Muhammad Ichsan Abdurahman Saleh, kepada wartawan di kediamannya di Jalan Lodan II D, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (15/5).

Ichsan mengatakan, pemerintah Perancis tidak bisa langsung begitu saja menangkap Daisy. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Perancis. Namun meski begitu Ichsan akan tetap berupaya untuk membantu pemerintah Perancis untuk menangkap Daisy.

"Saya sudah pelajari dan ternyata bisa saja jika kita memberikan informasi kepada interpol kedubes Perancis. Nanti memungkinkan jika sudah diketahui tempat dan lokasi tempat tinggalnya maka akan dilakukan penangkapan," kata Ichsan.

"Daisy pernah mengatakan jika surat ini palsu, tapi kita memiliki kopi resminya yang berkop stempel pemerintah Perancis. Lalu dia juga mengaku akan banding, kalau banding kan, paling tidak 2 minggu, tapi dia malah melarikan diri," tambahnya

Terkait dengan omongannya, Ichsan bersama kerajaan Kelantan juga berniat untuk mendatangkan korban penganiayaan Daisy, Shaliha, ke Indonesia.

"Saat ini dia sedang sekolah di Perancis, dan kita akan meminta kepada orangtua angkatnya untuk memberikan izin kepada Shaliha agar bisa dibawa ke Indonesia," kata Ichsan.

Kenapa Ichsan berkata demikian? "Dia yang bilang ke mana-mana kalau pangeran Kelantan telah melakukan penganiayaan terhadap Manohara. Padahal dia di sana baik-baik saja," kata Ichsan yang juga salah satu anggota KNPI ini. 

(kpl/mai/npy)


REKOMENDASI
TRENDING