Artika Sari Devi Prihatin Soal Maraknya Kasus Narkoba Selebriti

Kapanlagi.com - Tertangkapnya Imam S Arifin menambah panjang daftar artis yang terjerat kasus narkoba. Melihat fenomena ini, Artika Sari Devi angkat bicara. Mantan Puteri Indonesia itu mengaku prihatin dengan kondisi ini.

"Saat saya tiba di Medan sudah mendengar akan hal ini, serta hampir media di kota ini membuatnya menjadi berita headline. Jelas saya prihatin sekali karena ini menambah deretan panjang artis pemakai narkoba," ungkap gadis kelahiran Bangka Belitung, 29 November 1979, Minggu(6/4), disela-sela roadshow film PLANET MARS.

Artika, yang akrab disapa Tika, menambahkan, dengan adanya hal ini membuat masyarakat menilai negatif kehidupan artis dan juga penuh dengan ke-glamour-an.

"Adanya peristiwa ini akan menimbulkan sebuah image buruk di kalangan masyarakat, karena seharusnya artis sebagai public figure dapat memberikan contoh atau pun panutan yang baik. Dengan adanya peristiwa itu jelas sekali masyarakat akan menilai, 'Wah, ini kehidupan artis sebenarnya," paparnya.

"Selama ini artis selalu menjadi panutan. Tetapi dengan banyaknya rentetan artis sebagai pemakai narkoba membuat perasaan saya sedih sekali. Dengan adanya beberapa peristiwa ini cobalah berkaca diri, jangan lagi ada penambahan lagi," ujarnya penuh harap.

Dara yang sempat masuk dalam daftar 15 besar Miss Universe yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu, dan juga berhasil menyabet 'Kristal Miss Universe' untuk Indonesia itu juga tidak lupa menitipkan pesan kepada kalangan selebriti agar dapat menjaga tingkah lagu mereka.

"Saya hanya mengharapkan agar kiranya teman-teman lainya menjaga image, terutama dari segi penampilan agar tidak menimbulkan sebuah kesan buruk yang akan dinilai oleh siapa pun. Satu hal yang saya sampaikan juga dengan adanya peristiwa ini menjadi 'PR' bersama saatnya memperbaiki citra selebriti jangan ada lagi peristiwa lainnya," pungkasnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(romulo/bun)

Rekomendasi
Trending