SELEBRITI

Bicara Tentang Persija, Rian D'Masiv Sering Nonton di Stadion Lebak Bulus Saat Kecil

Selasa, 25 September 2018 15:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Rian D'Masiv © Kapanlagi/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Haringga Sirila menjadi sosok yang diperbincangkan hangat. Dirinya adalah seorang Jakmania, pendukung Persija Jakarta yang harus meregang nyawa setelah dikeroyok oleh Bobotoh atau pendukung Persib Bandung.

Rian D’Masiv pun ikut berkomentar mengenai tragedi memilukan ini. Dirinya sendiri juga pernah membuat lagu untuk Persija yang membawa pesan perdamaian dan juga persaudaraan antar sesama suporter.

“Kan aku sempet bikin lagu buat Persija juga. Itu liriknya udah 'kami datang untuk mendukungmu' agar semangat berkobar di dadamu, kami kan selalu menjaga perdamaian dan persaudaraan' aku udah bikin lirik seperti itu sebenernya untuk Jakmania, jadi ya emang harus lebih galak lagi kayaknya kampanyenya,” ungkapnya ditemui di Studio Gaharu, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

1. Sering Naik Truk Bawa Bendera Persija

Dirinya sendiri mengaku memang dulunya sering menonton Persija bertanding di stadion. Dirinya datang sebagai suporter, bahkan sering pula membawa bendera Persija saat menuju ke stadion.

“Kalau suporter yang sering dateng ke stadion sering, tapi kalo anggotanya si belum. Tapi dengan aku sering pake jersey udah ketauan, tapi dari SD aku udah sering ke Lebak Bulus, naik-naik truk bawa bendera Persija udah sering,” tambahnya.

Haringga sendiri merupakan warga Bangunusa RT 13/RW 03, Kelurahan Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Dirinya meninggal setelah dihantam benda tumpul berkali-kali.

2. Harusnya Jadi Tanggung Jawab Panitia

Rian D'Masiv berbicara mengenai penganiayaan Jakmania hingga meninggal dunia oleh Bobotoh. Menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa menjadi tanggung jawab panitia pelaksana.

"Sebenernya itu kan udah jadi tanggung jawab panitia pelaksana ya. Jadi tuan rumahnya siapa, semua sampai keamanan jadi tanggung jawab klub itu sendiri harusnya. Kalau sanksi itu kebijakan dari PSSI, tapi gimana caranya itu bisa bikin oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini jera lah," ungkapnya saat ditemui di Studio Gaharu, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Senin (24/9).

Rian pun mengatakan jika pernah mengalami pengalaman rivalitas suporter saat masih kecil. Namun meski begitu, diakuinya tak ada yang sampai meninggal dunia karena dikeroyok.

3. Beberapa Kali Nonton Persija di Lebak Bulus

"Sebenernya pernah aku waktu kecil nonton beberapa kali ke lebak bulus, waktu zaman Persija zaman dulu ya, waktu itu nonton semifinal liga indonesia tahun 96 kalo gak salah. Itu nonton ama bokap di GBK, Persebaya sama Petrokimia waktu itu, emang rivalitasnya gila sih," ujarnya.

"Menurutku kalau cuma omongan sih nggak papa ya, karena di inggris pun aku sempet nonton Liverpool sama MU emang saling cela-celaan, tapi hanya sampai situ, nggak sampai anarkis tindakan atau ada yang meninggal. Paling banter tangan kosong lah, paling nggak harus pake akal sehat lah. Walau berantem ya berantem tapi gak yang sampai keroyokan meninggal gitu, nyawanya ilang," tambahnya.

Korban tewas diketahui bernama Haringga Sirila (23), yang merupakan warga Bangunusa RT 13/RW 03, Kelurahan Cengkareng Timur, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Dirinya meninggal setelah dihantam benda tumpul berkali-kali.

(kpl/pur/frs)

Reporter: Mathias Purwanto.


REKOMENDASI
TRENDING