SELEBRITI

Cara Aulia Kesuma Membunuh Terinspirasi dari Sinetron, KPI Ambil Tindakan

Rabu, 04 September 2019 12:15 Penulis: Galuh Esti Nugraini

Aulia Kesuma (credit: via Tribunnews) - Wakil Ketua KPI (credit: Nugroho Sejati/Kumparan)

Kapanlagi.com - Peristiwa 2 mayat terbakar dalam mobil di daerah Cidahu, Sukabumi beberapa waktu lalu begitu menghebohkan. Ternyata mayat yang terbakar itu merupakan korban pembunuhan. Tak disangka jika dalang pembunuhan itu adalah istri korban sendiri.

Ia bernama Aulia Kesuma, wanita yang tega melakukan hal keji tersebut. Bahkan menyewa pembunuh untuk menghabisi nyawa suami, Edy Chandra Purnama alias Pupung Sadili dan anak tiri lelakinya, M Adipradana alias Dana.

Setelah melakukan pemeriksaan, terungkap jika motif pemeriksaan Aulia Kesuma karena adanya sakit hati. Dirinya tidak diijinkan menjual rumah oleh sang suami. Ternyata ia menggunakan rumah tersebut sebagai jaminan hutang miliaran rupiah di bank.

1. Dikabar Untuk Menghilangkan Jejak

Usut punya usut, cara pembunuhan yang dilakukan Aulia itu terinspirasi dari sinetron. Sebelumnya dua korban telah dibunuh terlebih dahulu. Untuk menghilangkan jejak, para korban dibakar dalam mobil.

Tak sampai di situ, Aulia juga berencana membuat jenazah ke jurang. Namun sayang, rencananya yang terakhir gagal dilakukan, kerena anak Aulia, Giovani Kelvin yang ikut membunuh itu ikut tersambar api.

"Kita itu, ya, mungkin karena kebanyakan nonton sinetron atau bagaimana, kita tadinya berpikir gini, lho. Kita tidak berpikir sampai [mobil] meledak, sampai Kelvin luka bakar, 'kan. Jadi kita maunya api kecil nyala, setelah itu mobilnya kita dorong ke jurang," ucap Aulia di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/9).

2. Respon KPI

Adanya pemberitaan tersebut Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ikut merespon, terkait adegan pada sinetron yang menjadi inspirasi Aulia membunuh. KPI mengaku akan berikan sanksi pada semua sinetron yang menampilkan adegan pembunuhan sadis.

"Penggambaran kesadisan seperti itu kok tidak ada ya, tapi kalau sampai ada adegan yang seperti itu sudah pasti akan mendapat sanksi dari kami," jelas Wakil Ketua KPI, Mulyo Hadi Purnomo, Selasa (3/9) malam seperti yang dilansir dari Kumparan.com.

3. Sinetron Berimbas Pada Psikologi Penonton

Wakil ketua KPI itu juga menindak tegas setiap adegan sinetron yang ada. Apalagi diakuinya, setiap sinetron yang ditonton akan berikan pengaruh pada psikologis penonton. Inilah yang harus ditindak lanjuti.

"Pasti akan menindak, jangan sampai ada kekerasan sadis, Misal ada adegan perkelahian seperti itu juga, kami akan mempertimbangkan apakah ini kena sanksi atau tidak. Jika sampai kemudian ada adegan harus berantem kita juga memperhitungkan apakah ini akan memengaruhi psikologis penonton, terutama remaja dan anak-anak," ungkapnya.

"Kalau sudah pengambilan gambar yang salah dengan menampilkan dua orang yang sedang melakukan kekerasan pasti akan kami sanksi," lanjutnya.

4. Pengawasan Sinetron Azab

Terkait sinetron-sinetron bertema azab, ternyata pihak KPI telah berikan pengawasan. Apalagi sinetron ini kerap kali menampilkan adegan yang berlebihan. Bisa jadi, akan berikan dampak pembodohan pada publik.

"Sinetron-sinetron azab kita juga sudah sangat memperhatikan karena hal-hal yang berkaitan mistis, horor, dan supranatural itu menjadi perhatian kami, karena ada kecenderungan simplifikasi cerita, sehingga kesannya pembodohan terhadap publik. Ini yang menjadi perhatian kita. Kalau kami menemukan itu tentu akan diberikan sanksi," tutupnya.


REKOMENDASI
TRENDING