Curhatan Tasya Kamila Tak Bisa Hadiri Pemakaman Sang Papa

Minggu, 26 Maret 2017 15:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Curhatan Tasya Kamila Tak Bisa Hadiri Pemakaman Sang Papa Tasya Kamila/©instagram.com/tasyakamila

Kapanlagi.com - Tasya Kamila sedang dirundung duka yang mendalam. Papa tercintanya, H. Gatot Permadi Joewono meninggal dunia karena serangan jantung pada Jumat 24 Maret lalu. Jenazahnya dikebumikan pada Sabtu (25/3) tanpa kehadiran Tasya yang berada di Amerika Serikat.

Rasa sedih menghampiri Tasya yang tak diizinkan pulang oleh sang mama. Dirinya baru saja kembali dari Indonesia seminggu yang lalu dan merasa beruntung bisa bertemu dengan sang papa untuk terakhir kalinya.

Ia mencurahkan isi hatinya lewat caption foto pemakaman sang ayah. Gadis yang sedang melanjutkan pendidikan di jenjang S2 setelah menerima beasiswa dari Columbia University jurusan Kebijakan Publik ini juga meminta doa kepada rekan-rekannya.

"Untuk saudaraku yang Muslim, mohon kesediaannya untuk bacakan Al-Fatihah untuk papaku Gatot Permadi Joewono, dan shalat ghaib untuk almarhum. Ya Allah, lapangkanlah dan terangilah kubur ayahku. Haramkanlah ayahku dari siksa kubur dan siksa neraka. Terimalah amal ibadah dan kebaikannya, masukkanlah ia ke surga-Mu," tulis Tasya dalam caption menyentuh ini.

Tasya ikhlas atas kepergian sang papa/©instagram.com/tasyakamilaTasya ikhlas atas kepergian sang papa/©instagram.com/tasyakamila

Tasya lega sang ayah sudah dimakamkan dengan lancar dan dirinya mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan kerabat yang telah mendoakan, mensalatkan, dan mengantarkan papanya ke tempat peristirahatan terakhirnya.

"You have no idea how much I want to be there at his last moments, to pray besides him, to take him to his last home (Kalian nggak tahu betapa aku ingin ada di saat terakhirnya, mendoakannya, dan mengantarkannya ke tempat peristirahatannya)," tulis Tasya pilu.

Pelantun Anak Gembala ini tak bisa membayangkan rasanya menjadi anak yatim. Ia akan sangat merindukan keberadaan sang papa yang selalu menenangkan dan mendoakannya ketika kuliah membuatnya stress. "Kalau lagi ada masalah, nggak ada yang bisa kasih advice lebih wise dari papa," lanjutnya.

Tasya tak diizinkan pulang ke Indonesia untuk hadiri pemakaman papa/©KapanLagi.com®/M. Akrom SukaryaTasya tak diizinkan pulang ke Indonesia untuk hadiri pemakaman papa/©KapanLagi.com®/M. Akrom Sukarya

"Pa, how I wish you could see and be there during my happy moments in the future: my graduation, my wedding, letting you hold my children, seeing me achieve my dreams (Pa, betapa aku ingin papa melihat dan ada di saat bahagiaku, kelulusanku, pernikahanku, mengizinkan papa memeluk anakku, melihatku mencapai mimpiku)," tulisnya.

Namun, Tasya sudah mengikhlaskan kepergian sang papa yang begitu mendadak. "But I hope I've made you proud, I hope I can be the daughter who brings you to Jannah (Aku harap aku sudah membuat papa banga, aku berharap juga bisa jadi anak perempuan yang mengantarkan papa ke surga). Aku ikhlas atas kehendak Allah, dan aku akan berusaha untu jadi anak yang sesuai dengan harapan papa. I love you forever pa," tandasnya.

(kpl/tch)


REKOMENDASI
TRENDING