Cynthia Lamusu Berbagi Cerita Perjuangannya Menyusui Buah Hati

Kamis, 03 Agustus 2017 07:24 Penulis: Cinthya Septavy
Cynthia Lamusu Berbagi Cerita Perjuangannya Menyusui Buah Hati Cynthia Lamusu © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kebahagiaan sebagai seorang ibu tengah dirasakan penyanyi cantik Cyntia Lamusu pasca anak kembarnya, Tatjana dan Bima, terlahir ke dunia. Bukan tanpa kendala, personel B3 tersebut harus mengecap sulitnya menjadi ibu menyusui. Oleh karena itu, Cyntia merasa perlu membagikan pengalamannya kepada para ibu menyusui lainnya di sebuah kesempatan.

"Ya saya hadir di sini salah satunya adalah untuk merayakan pekan ASI sedunia yang jatuh pada tangga 1 sampai 7 Agustus. Kebetulan karena saya adalah salah satu pejuang ASI juga, mau gimanapun kondisi, pengorbanan, dan perjuangan yang saya alami, mungkin karena saya memang komitmen. Insya Allah pinginnya tetap bisa memberikan asi untuk anak-anak saya," ujar Cyntia Lamusu ditemui di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (1/8).

"Hari ini juga bisa sharing cerita dari penyelenggara acara juga mereka mengadakan studi tentang apa sih fakta-fakta yang dialami oleh ibu menyusui. Jadi ya kita berbagi cerita sih, saya berbagi cerita dari pengalaman saya sendiri seperti apa. Kalau saya sih mungkin temen-temen media juga tau mulai dari saya masih hamil, pas lahiran sempat ada ujian juga anak-anak lahir dalam kondisi prematur. Kemudian Bima terutama sempat 1 bulan 3 hari di RS, Tatjana lebih awal pulang, jadi saya lebih belajar di 1 anak dulu. Itu mungkin cara Allah untuk buat saya gak drop, jadi belajar merawat anak satu-satu dulu," imbuhnya.

Cynthia Lamusu berbagi suka duka menjadi ibu ASI © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoCynthia Lamusu berbagi suka duka menjadi ibu ASI © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto


Chynthia mengaku salah satu tantangan terbesar adalah saat kualitas ASI-nya menurun lantaran terlalu capek mengurus kedua buah hatinya seorang diri. Berkaca dari pengalaman tersebut, kini Cyntia memutuskan untuk memakai jasa baby sitter bahkan bantuan dari keluarga besar demi meringankan tanggung jawabnya itu.

"Sempet juga ngalamin up and down kondisi ASI saya. Sempat volumenya kurang, kemudian mengatasinya, karena saya ingin komitmen dengan memberikan ASI full kepada anak-anak, akhirnya saya cari donor. Tentunya dengan diskusi sama dokter juga, dan memang dicari ibunya yang memang sudah ter-screening dengan baik, cek kondisi kesehatannya. Dan yang penting ibunya punya bayi yang laki-laki juga, karena aku carinya untuk Bima, seperti itu," tutur ibu dua anak tersebut.

"Tatiana juga sempat (pakai donor ASI) tapi gak lama, karena situasinya waktu itu setelah aku meperbaiki lagi nutrisi, dan nomor satu itu faktor stres ya. Jadi seinget aku dulu sempat mengalami penurunan nutrisi ya mungkin dalam kondisi capek, kurang istirahat, karena aku memang baru pakai suster itu pas anak-anak usia 3 bulan. Jadi sempat ada masanya ke-PD-an, karena mungkin udah lama nunggu anaknya, jadi pas anaknya udah ada aku jadi pengin ngerawat sendiri. Sampai gak sadar bahwa secara fisik aku kecapekan ya. Akhirnya anak2 pas 3 bulan, aku baru nyari suster. Itupun sampai sekarang hanya 1 suster karena saya sangat menikmati sekali mengurus anak-anak, dan tentunya dibantu sama keluarga, dibantu mas Surya, ibu, ada tante-tante saya. Jadi pas lagi nyanyi atau ada kegiatan ada keluarga yang bantu," pungkasnya.

(kpl/pur/cvn)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING