Dapat Dari Resep Dokter, Fachri Albar Akui Konsumsi Dumolid Sebagai Obat Penenang

Kamis, 15 Februari 2018 08:15 Penulis: Tyssa Madelina
Dapat Dari Resep Dokter, Fachri Albar Akui Konsumsi Dumolid Sebagai Obat Penenang Fachri Albar © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kabar mengejutkan datang dari aktor Tanah Air, Fahri Albar. Pada hari Rabu (14/2), ia diamankan oleh pihak kepolisian setelah kedapatan menggunakan narkoba di kediamannya. Dalam penangkapan tersebut, ditemukan 1 paket sabu-sabu, 2 papan dumolid dan juga alat bong cangklong. Setelah diperiksa oleh pihak kepolisian, Fahri mengaku telah mengonsumsi barang haram tersebut sejak tahun 2015.

"Di sini kan ada obat ya. Dumolid dan Camlet. Ia mengatakan, sabu-sabu ia konsumsi sejak setahun yang lalu. Tapi terakhir sebulan yang lalu, dibeli dari seseorang. Namun juga dia tidak tahu siapa. Lupa katanya. Untuk ganja, menurut pengakuan katanya 2015 mulai menggunakan. Untuk dumolid, dia mengakui bahwasanya menggunakan ini untuk obat penenang jiwa, dan dia menyatakan katanya dia memiliki dokter, dokternya masih kita periksa apakah betul dokter tersebut selama ini membantu tersangka untuk mengobati jiwanya," ungkap Kombes Pol Mardiaz K Dwihananto selalu Kapolres Jakarta Selatan, saat ditemui di Polres Jaksel, Rabu (14/2).

Meskipun terbukti benar jika dumolid adalah salah satu resep obat penenang resmi dari dokter namun Mardiaz menuturkan bahwa hal tersebut tidak akan menghapus hukuman yang diterima oleh Fachri. Saat ini dirinya dan tim akan bergegas memeriksa dokter yang dimaksud oleh aktor berusia 36 tahun tersebut.

Pihak kepolisian akan memeriksa dokter yang disebut Fachri memberi resep dumolid. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoPihak kepolisian akan memeriksa dokter yang disebut Fachri memberi resep dumolid. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Belum sampai ke sana, masih keterangan tersangka ini. Tentunya kalau dia nyebut dokter A akan kita panggil dokter A-nya. Dia cuma mengatakan dokter ini adalah saran atau rujukan dari orangtuanya. Makanya kita lihat apakah benar dokter ini, kalaupun benar juga tidak menghapus pidananya," tambahnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menyangkal tudingan yang menyatakan Fachri Albar sempat menjadi target operasi sejak 11 tahun yang lalu. Mardiaz tetap pada pernyataan pertama bahwa Fachri diintai sejak tiga bulan yang lalu.

"Jadi kalau untuk penangkapan yang saat ini, kita kan dapatnya dari informasi masyarakat melalui aplikasi online kita. Sekitar 3 bulan yang lalu. Makanya ketika kita mendapat informasi tersebut, tentunya dianalisa oleh anggota Satres Narkoba Jaksel, dilakukan pembuntutan, monitoring terus menerus. Terus profiling dari mulai tempat tinggalnya, tempat dia nongkrong, sudah lama kan tiga bulan akhirnya anggota yakin bahwasanya di rumah tersebut ada barang bukti sehingga di lakukan penggerebekan di rumahnya. Dan ditemukan barang bukti yang kita sebutkan berceceran di salah satu kamar di rumah," tegasnya.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING