Deddy Mizwar Tak Bisa Instan

Kapanlagi.com - Setelah sukes menggarap NAGA BONAR JADI DUA, sutradara, produser, sekaligus aktor kawakan, Deddy Mizwar mengungkapkan tak bisa buru-buru menggarap film baru, sebab ia tak bisa membuat film berkwalitas secara "instan".

"Kalau instan saja sih bisa, tinggal baca naskah lalu akting. Padahal membuat film tidak seperti itu, perlu perenungan panjang," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Deddy mengaku setiap film yang digarapnya membutuhkan proses panjang dan pengamatan terhadap masalah sosial masyarakat yang sedang terjadi. Hal itu, lanjutnya, sangat penting untuk menentukan tema yang akan diangkat.

"Saya tidak bisa cepat, saya perlu proses mengamati. Coba lihat saja film-film saya kan berebeda satu sama lain. KIAMAT SUDAH DEKAT beda dengan KETIKA, beda juga dengan NAGA BONAR JADI DUA," kata pria yang menyabet empat Piala Citra dan dua Piala Vidia.

Pria kelahiran Jakarta 5 Maret 1955 ini mengatakan peradaban manusia terus tumbuh dan berkembang. Demikian halnya dengan persoalan bangsa yang senantiasa berubah, sehingga tema-tema film juga akan terus bergerak dinamis.

"Siapapun boleh menulis, boleh membuat film. Tapi jangan asal rating bagus lalu film bertema sama diulang dan ditulis terus. Itu membuat orang jadi malas berpikir," ujar Deddy yang mengasah kemampuan aktingnya di Teater Remaja Jakarta.

Film, bagi Deddy, adalah cermin dari masyarakat tempat film itu dibuat, karena itu tema dan ide film tidak bisa instan dan sembarangan dibuat. "Makanya kalau mau lihat perjalanan budaya sebuah bangsa, lihat saja filmnya," demikian Deddy.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(*/erl)

Rekomendasi
Trending