Divonis 3 Tahun Penjara, Saipul Jamiell: Aku Pasti Kembali

Rabu, 15 Juni 2016 06:00 Penulis: Rahmi Safitri
Divonis 3 Tahun Penjara, Saipul Jamiell: Aku Pasti Kembali Saipul Jamiell © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Selasa (14/6), Saipul Jamiell divonis bersalah dan mendapat hukuman selama tiga tahun penjara atas tuduhan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, sebut saja dengan inisial DS. Setelah mendapat putusan tersebut, Ipul pun terlihat tabah.

Saat ditanya tentang perasaannya, dia merasa sedih tapi senyum masih berusaha diberikannya, bahkan dia menyampaikan apa yang dirasakannya lewat nyanyian. Ipul pun mengaku menerima keputusan hakim.

"Sebenarnya sedih cuma kan sudah jadi keputusan hakim, Insya Allah ini yang terbaik. Permasalahan kan sudah selesai. Saya sudah tenang. Saya bersyukur, kan memang harus ada ujungnya. Mungkin di sini ada yang menangis dan tertawa, kalau tertawa di atas penderitaan orang lain nggak nikmat. Doain saja dengan modal sabar, salat, saya bisa menjalani apa yg sudah menjadi putusan hakim dan Allah," kata Ipul usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ipul sedih tak bisa lebaran di rumah © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoIpul sedih tak bisa lebaran di rumah © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Ipul pun mempunyai pesan untuk para penggemar yang selama ini telah mendukungnya dalah bahagia maupun sedih. Ia menyampaikan rasa maafnya itu juga lewat lagu milik Pasto yang berjudul Aku Pasti Kembali.

"Buat fans Bang Ipul, sabar aja, Bang Ipul pasti pulang (terus nyanyi lagu Pasto - Aku Pasti Kembali). Maafin Bang Ipul divonis lumayan lama. Walau nggak menghibur secara kasat mata. Doakan ada jalan lain. Kan masih ada banding. Masih banyak cara. Untuk sementara saya bersyukur saja. Masih banyak jalan menuju kemenangan. Jangan patah semangat. Bersyukur saja dulu. 14 kali sidang kan lumayan lama. Makanya tadi pikir-pikir dulu," kata mantan suami Dewi Perssik ini.

Saat ini adalah bulan Ramadan, satu hal yang disesali Ipul adalah dia tak bisa merayakan lebaran bersama keluarga di rumah. Tapi walau begitu dia tetap bersyukur.

"Pengennya lebaran di rumah. Tapi Allah berkata tidak. Toh temen-teman di dalam sana masih banyak yang lebih lama dari saya. Makanya saya tetap harus bersyukur. Tapi lebih bersyukur lagi sih ya pulang. Biasakan pulang kampung. Lebaran kedua saya dikunjungi orang rumah. Kalau mau jenguk saya bisa kok," pungkasnya.

(kpl/aal/pit)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING