Dunia Politik Penuh Dengan Godaan, Begini Komitmen Giring Ganesha

Jum'at, 08 September 2017 08:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Dunia Politik Penuh Dengan Godaan, Begini Komitmen Giring Ganesha Giring Ganesha © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Vokalis dari NidjiGiring Ganesha baru-baru ini membuat sebuah keputusan mengejutkan untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Seperti Pasha Ungu, Giring juga dapat support penuh dari rekan-rekan band-nya di Nidji untuk terjun ke dunia politik demi membuat Indonesia jadi lebih baik.

Di dunia musik, Giring sudah sangat profesional dan familiar dengan semuanya. Namun sebagai politisi, pria berusia 34 tahun itu masih sangat baru. Tak heran jika ada hal-hal yang Ia khawatirkan jika nanti sudah 100% terjun ke dunia politik. 

"Nah itu dia, yang bikin gue deg-degan adalah gue sekarang kayak ngerasa keluar ke sebuah Medan peperangan dan siap untuk diapa-apain. Kalau gue yang diapa-apain, gue masih bisa sabar. Tapi kalau udah keluarga gue kenapa-kenapa, itu yang buat gue kepikiran. Ya sekarang mungkin adalah gue harus menjaga lebih lagi keluarga gue. Karena tujuan gue berpolitik adalah simpel, karena saya mencintai Indonesia dan saya mencintai keluarga saya. Jadi kalau sampe keluarga saya kenapa-kenapa itu saya pasti akan menyesal," ujar Giring saat gelar jumpa pers di kantor DPP Partai Solidaritas Indonesia, kawasan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (6/9).

Giring gabung Partai Solidaritas Indonesia © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoGiring gabung Partai Solidaritas Indonesia © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Seperti diketahui, tanggung jawab maupun godaan di dunia politik itu sangat besar. Mulai dari korupsi, harta, tahta hingga wanita, hal-hal itu yang bisa menjerat kehidupan beberapa politisi di masa lalu. Namun Giring menegaskan jika hal itu tak akan terjadi padanya.

"Saya Alhamdulillah wanita sudah terpenuhi. Itu istri saya kalau mau bobo cantik banget. Gue sih ngerasa bersyukur banget. Gue bangun pagi mukanya udah cantik, wangi. Mau bobo juga wangi. Jadi kebangetan lah kalau masih ngomongin wanita. Jadi gue udah ngomong ke dia gini: 'Sayang, apapun yang terjadi, gue mau ke mana, elo ikut gue, elo di sebelah gue. Karena gue ngerasa tenang. Jadi kalau gue mau nakal, ya nggak akan nakal lah'. Orang istri gue sebelah gue," sambungnya.

"Harta, Alhamdulillah sudah tercukupi. Sekarang sih sudah tercukupi. Maksudnya (tahta) kekuasaan ya? Waduh berat juga ya. Saya sejujurnya belum pernah tuh merasakan kekuasaan. Tapi yang jelas, saya pribadi liat contoh-contoh dari pak Jokowi, Obama, ibu Risma, beliau sudah sampai situ, tahta itu diberikan oleh Allah, supaya kita melayani masyarakat. Menurut saya tahta itu tanggung jawab," pungkas pria kelahiran Bandung itu.

(kpl/abs/gtr)

Reporter:

Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING