Fandy Christian Blusukan ke Daerah Preman di Blok M, Ngapain?

Kamis, 11 Februari 2016 12:15 Penulis: Ahmat Effendi
Fandy Christian Blusukan ke Daerah Preman di Blok M, Ngapain? Fandy Christian ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
Kapanlagi.com - Artis Fandy Christian diam-diam sering blusukan ke kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Fandy mengaku selama seminggu dirinya menjelajahi daerah Blok M yang dijaga oleh preman. Dampaknya, suami Dahlia Poland ini mengurung diri selama dua minggu di dalam kamarnya.

"Seminggu ngumpul sama preman di Blok M, lumayan freak juga saya. (Habis itu) Nggak ke luar kamar selama dua minggu," ujar Fandy kepada KapanLagi.com® di Universitas Indonesia, Depok, Senin (8/2/2016).

Fandy menuturkan saat blusukan ke Blok M ditemani oleh Ivan Bandito. Alasannya, lanjut Fandy, Bandito punya pengalaman banyak dan besar di ganasnya kehidupan kawasan Jakarta Selatan tersebut.

"Dia (Bandito) gedenya di Blok M. Kerjaannya ya jadi tukang parkir, sopir orang Jepang dan preman di akhir 80-an. Kebetulan saya berhubungan baik dengan Pak Bandito, saya hubungi dan ketemuan di Taman Ayodya dari siang hingga sore hari," jelas dia.

Fandy mengaku sempat blusukan selama satu minggu di daerah preman. ©KapanLagi.com/Dedi RahmadiFandy mengaku sempat blusukan selama satu minggu di daerah preman. ©KapanLagi.com/Dedi Rahmadi

Saat malam, kata Fandy, dia dan Bandito pindah ke Melawai kawasan restoran Jepang. Fandy diberitahu oleh Bandito ciri-ciri preman yang ada di kawasan tersebut. Fandy pun terkejut, sebab penampilan preman itu tidak seperti yang dibayangkan.

"Di situ dikasih tahu sama Pak Bandito, preman-preman tua yang sudah insyaf. Ngobrol lah sama salah satu preman insyaf ini. Saya lihat, preman itu enggak seperti apa yang kita bayangin seperti pakai jaket belel atau gelang besi dimana-mana. Preman senior di situ, bajunya rapi, pakai polo shirt, jeans dan pantofel itam. Dengan gaya duduk yang santai serta rokok dan kopi," tutur dia.

Fandy memberanikan diri untuk menanyakan sosok preman yang ada dipikirannya. Dia malah ditertawakan oleh pria-pria necis tersebut. "Ngapain berpakaian serem-serem, saya ditugasin menjaga daerah sini, saya enggak bakal ribut atau rese kalau enggak ada yang utak atik lahan parkiran saya, tapi kalau ada yang utak atik, sampai bunuh bunuhan juga gapapa," kata Fandy menirukan salah satu preman.

Saat didesak alasannya blusukan ke Blok M, Fandy hanya menjawab bias. "ISENG. Belajar enggak harus di tempat yang formal, di jalanan juga bisa," jelas dia.

(kpl/ded/sjw)

Reporter:

Dedi Rahmadi


REKOMENDASI
TRENDING