Gugatan Ditolak MK, Halimah - Bambang Tak Akan Rujuk

Selasa, 27 Maret 2012 21:19 Penulis: Arai Amelya
Gugatan Ditolak MK, Halimah - Bambang Tak Akan Rujuk Halimah - Bambang - Mayangsari foto: KapanLagi.com®
Kapanlagi.com - Nasib Halimah Agustina Kamil, mantan istri Bambang Trihatmodjo tak seberuntung pedangdut Machica Mochtar yang gugatannya dikabulkan Mahkamah Konstitusi. Gugatan Halimah ditolak setelah sebelumnya, dirinya mengajukan Judicial Review pasal 39 ayat (2) huruf f UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Dengan putusan ini, kami menolak permohonan pengujian pemohon untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan permohonan pengujian pemohon tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim MK, Mahfud MD saat membacakan putusannya di Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).

Mahfud beralasan, kalau penolakan dalam pasal tersebut telah memiliki dimensi hukum, dimensi kehidupan batin, dimensi kemasyarakatan, dan dimensi keagamaan. MK berpendapat, merujuk pada penjelasan pasal 39 ayat (2) huruf f UU 1/1974.

"Ketentuan ini dilandasi oleh pemikiran penghormatan terhadap hak asasi serta perlindungan hak di dalam perkawinan. Dalam hal suami atau istri tidak ada lagi harapan untuk hidup rukun dalam sebuah ikatan perkawinan karena perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus maka tujuan perkawinan tidak mungkin diwujudkan," ujar Mahfud.

Dalam penjelasannya, Halimah yang berupaya untuk menyelamatkan rumah tangganya dengan tidak mau bercerai dengan Bambang, namun pada akhirnya pengadilan memutus cerai dianggap harus memiliki alasan.

"Mahkamah berpendapat bahwa terdapat hubungan sebat akibat antara kerugian hak konstitusional Pemohon dengan berlakunya Undang-Undang yang dimohonkan pengujian," jelasnya.

Dengan penolakan ini, maka kesempatan Halimah untuk rujuk kembali dengan Bambang Trihatmodjo sudah tidak ada lagi.

Gugatan dilayangkan Halimah karena dirinya tidak pernah menyetujui perkawinan antara Bambang dan Mayangsari. Pengadilan pun telah memutuskan perceraian Bambang dan Halimah pada awal tahun 2011 lalu. Atas dasar itu, Halimah merasa hak-hak konstitusinya terlanggar dengan berlakunya pasal tersebut. Dia memohon pasal tersebut dihapuskan.

(kpl/adt/aia)

Editor:

Arai Amelya


REKOMENDASI
TRENDING