Ini Awal Perkenalan Olga Lydia Dengan Direktur Yang Jadi Suaminya

Jum'at, 21 April 2017 15:20 Penulis: Ahmat Effendi
Ini Awal Perkenalan Olga Lydia Dengan Direktur Yang Jadi Suaminya Olga Lydia - Aris Utama ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Artis cantik Olga Lydia resmi menikah dengan seorang pria bernama Aris Utama. Jarang terekspose kedekatan mereka, ternyata sudah cukup lama keduanya saling mengenal yaitu sejak tahun 2010 silam. 

"Kalau ketemunya tahun 2010 itu juga nggak sengaja karena saya diminta tvOne untuk membawakan sebuah program acara untuk KPP terus kemudian saya mewawancarai, tapi lokasinya di tempat kerjanya aris jadi akhirnya ketemu," ujar Olga Lydia di gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Berdasarkan informasi yang beredar, Aris Utama adalah salah satu Head Director di PT. Bumi Menara Internusa yang bergerak dalam produk seafood. Ia juga pernah mengenyam pendidikan di Columbia University, Amerika Serikat. 

Olga Lydia resmi menikah dengan  Director Head of Commerse PT. Bumi Menara Internusa. © KapanLagi.com/Bayu HerdiantoOlga Lydia resmi menikah dengan Director Head of Commerse PT. Bumi Menara Internusa. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

"Sebenernya kita juga nggak ada acara tuker-tukeran no hape, tapi kebetulan waktu itu aku lagi butuh hair dresser akhirnya tim tvOne minta tolong Aris, ada nggak? Karena harus kirim hairdresser ke saya akhirnya kita punya kontak," ujarnya. 

Meski demikian bukan berarti keduanya langsung dekat dan saling pedekate. Hubungan antara Olga dan Aris baru terjalin 5 tahun kemudian setelah saling mengenal.

"Hubungan nggak terlalu intens sampai 2015 terus kemudian kita mulai intens. Agustus kita mulai serius, akhirnya dikasih cincin bulan Mei lalu November keluarganya Aris melamar resmi," tutur Olga. 

Sementara terkait hari pernikahan yang bertepatan dengan hari Kartini, Olga Lydia memiliki alasan tersendiri. Pernikahan tersebut telah direncanakan dengan matang sehingga bisa terjadi. "Kita cari waktu yang paling nyaman karena persiapan juga nggak cepet. Karena kita agama Katolik jadi membutuhkan proses juga untuk kita menuju hari ini, mematangkan dulu gitu," tandasnya. 

(kpl/far/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING