Kak Seto, Jangan Abaikan Hak Anak Bermain

Kak Seto, Jangan Abaikan Hak Anak Bermain Seto Mulyadi

Kapanlagi.com - Saat ini banyak terjadi pelanggaran hak anak dengan mengharuskan anak untuk belajar terus, kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Dr Seto Mulyadi, yang biasa dipanggil Kak Seto. Pemerhati anak itu, di Surabaya, Rabu (2/6), menilai, anak-anak yang belajar terus dan waktu bermainnya hilang justru akan mudah stress."Tanda-tandanya anak-anak menjadi nggak suka makan atau bahkan berperilaku menyimpang seperti merokok," tuturnya.Oleh karena itu, ia menilai Hari Anak Internasional pada setiap tanggal 1 Juni perlu disikapi dengan tekad untuk menyediakan taman bermain di mana-mana."Saya setuju kalau mahasiswa merancang playhouse, yang bisa dipindahkan dengan sistem bongkar pasang, dan cocok untuk gang yang sempit di kampung-kampung. Masyarakat menengah ke bawah membutuhkan tempat bermain yang tidak mahal," paparnya.Di Jepang atau Korea, ungkapnya, kantor-kantor sudah menyediakan tempat bermain bagi anak-anak yang mengikuti orang tua bekerja."Pemenuhan hak bermain itu bagus, karena anak-anak akan lebih bahagia, lebih kreatif, dan saat dewasa kelak tidak akan mempermainkan rakyat," tandasnya.Ia mengaku anak-anak sebenarnya membutuhkan lapangan rumput yang lebih luas, tapi taman bermain seadanya juga cukup dibandingkan dengan tidak ada sama sekali."Masalahnya, ada taman bermain yang masih membahayakan anak-anak, seperti ada besi yang tajam, cat yang beracun, dan tempatnya tidak bersih," kilahnya.Di sela waktunya menjadi juri lomba desain ruang bermain anak di Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, Kak Seto juga mengingatkan semua orang tua bahwa hak bermain bagi anak itu penting untuk menumbuhkan kreativitas moral atau budaya dalam mengendalikan emosi lebih positif di masa-masa selanjutnya.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(ant/bun)

Rekomendasi
Trending