Kemenhan Tegaskan Zaskia Gotik Bukanlah Dokter Klinik Pancasila

Minggu, 17 April 2016 16:40 Penulis: Arai Amelya
Kemenhan Tegaskan Zaskia Gotik Bukanlah Dokter Klinik Pancasila Zaskia Gotik © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Sepertinya pro-kontra masih belum enggan pergi dari pedangdut Zaskia Gotik. Usai dikecam karena menghina lambang negara kala tampil di program Dahsyat bulan Maret lalu, Zaskia kembali dikritik karena kabarnya dipilih sebagai Duta Klinik Pancasila.

Kabar diangkatnya pelantun Satu Jam Saja itu berhembus pada Jumat (8/4) pekan lalu kala Zaskia ikut upacara Pelatihan Kepemimpinan Pancasila. Saat itu Direktur Klinik Pancasila yakni Dodi Susanto memilih Zaskia sebagai Duta Dokter Klinik Pancasila lantaran dianggap punya jiwa nasionalisme tinggi. Tentu saja pemilihan Zaskia ini menuai cibiran karena dia sebelumnya sempat menyebut lambang Pancasila sebagai bebek nungging. Karena hal itu, perwakilan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) angkat bicara.

"Kita konfirmasi berita yang sudah dimuat media. Hadir di sini ada pak Faisal sebagai Direktur Bela Negara. Prinsipnya, Kemenhan tak mengeluarkan atau mengangkat siapapun jadi dokter Kemenhan, dokter ketahanan negara, dokter bela negara atau dokter Pancasila. Saya pikir ini interpretasi masing-masing, bukan statemen Kemenhan," ungkap Djundan Edo Baskoro, Kepala Puskompublik Kemenhan kala dijumpai di Kemenhan, kawasan Jakarta Pusat hari Rabu (13/4) kemarin.

Seperti ini aksi Zaskia ikut upacara Pelatihan Kepemimpinan Pancasila © Muhammad Akrom SukaryaSeperti ini aksi Zaskia ikut upacara Pelatihan Kepemimpinan Pancasila © Muhammad Akrom Sukarya

Djundan menjelaskan bahwa Sekjen Kemenhan selaku pemimpin upacara Pelatihan Kepemimpinan Pancasila saat itu hanya memberangkatkan peserta bela negara yang terdiri dari 150 siswa-siswi pengurus OSIS SMA se-DKI Jakarta, di mana Zaskia turut hadir. Kedatangan Zaskia sendiri hanya untuk ikut pelatihan bela negara yang diselenggarakan oleh Kemenhan serta terbuka untuk umum.

"Para peserta dilatih pendidikan Pancasila di Puncak. Di sana memang ada kegiatan klinik Pancasila di mana pendalaman materi Pancasila melalui diskusi dengan seolah-olah peserta adalah pasien yang berkonsultasi dengan pemateri yang berperan seperti dokter. Ini adalah proses klinik Pancasila dan bukan berarti mereka yang ikut kepelatihan ini bakal jadi dokter Pancasila. Karena ini kan untuk melatih kepemimpinan Pancasila," lanjut Djundan panjang lebar.

Menanggapi soal keikutsertaan pedangdut berusia 25 tahun itu, Djundan pun memujinya. Terlepas dari kasusnya yang dianggap bersalah, Zaskia menunjukkan minat besar untuk belajar lebih baik dan bisa jadi teladan masyarakat. "Kemenhan wajib memfasilitasi warga negara Indonesia yang mau belajar Pancasila. Jadi sekali lagi, tak ada gelar Dokter Pancasila."

(kpl/hen/aia)

Editor:

Arai Amelya


REKOMENDASI
TRENDING