SELEBRITI

Kisruh Sengketa Geprek Bensu, Pihak Benny Sujono Ingin Selesaikan Secara Damai dengan Syarat

Selasa, 16 Juni 2020 14:51

Ruben Onsu ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kisruh sengketa merek dagang Geprek Bensu, milik artis Ruben Onsu dengan I Am Geprek Bensu saat ini masih menjadi perbincangan hangat. Eddie Kusuma, kuasa hukum Benny Sujono selaku pemilik I Am Geprek Bensu mengatakan sebenarnya ingin masalah ini diselesaikan secara damai.

“Bukan soal siapa yang minta damai, tapi kita mau menyelesaikan masalah dengan damai. Saya sebagai orangtua saya mau memberikan arahan yang baik sama mereka, saya kontak kuasa hukumnya, saya minta kalau bisa kita duduk bicarakan ini. Itu sebelum putusan Mahkamah Agung,” ujar Eddie Kusuma di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat, Minggu (14/6).

1. Damai dengan Syarat Ini

Pihak Benny Sujono mengizinkan Ruben Onsu untuk tetap memakai nama Geprek Bensu dengan beberapa syarat yakni dengan mengurus izin lisensi nama tersebut dengan kliennya.

“Sudahlah kita rembuk gimana terbaik. Jadi kamu (Ruben Onsu) mau jualan dengan nama ayam geprek kami saya izinkan. Dalam undang-undang kan sudah di atur soal lisensi, pakai nama kami izinkan tinggal bayar fee-nya berapa,” papar Eddie Kusuma.

2. Pihak Ruben Onsu Belum Terima

Namun pihak Ruben Onsu belum terima, selanjutnya pihak Benny Sujono pun menawarkan opsi lainnya jika Ruben Onsu ingin membeli nama tersebut tinggal bayar kompensasinya.

“Nggak langsung terima tuh, jalan pikiran kita dulu harus cocok. Kedua saya tawarkan ‘sudahlah nggak usah ribut-ribut’ kamu mau jualan pakai nama ini silahkan, tapi kamu kasih kompensasi. Saya bicara langsung sama Ruben, kalau mereka mau lisensi silahkan, tapi menurut SOP kita, kalau mau beli silahkan tapi ada kompensasi ke kita,” pungkasnya.

Seperti diketahui Mahkamah Agung (MA) RI telah mengakui dan menetapkan bahwa PT Ayam Geprek Benny Sujono merupakan pemilik pertama dan sah dari merek I Am Geprek Bensu. Sebelumnya Ruben Onsu menggugat kepemilikan merek dagang Bensu atau Geprek Bensu ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.


REKOMENDASI
TRENDING