CLOSE

Maudy Koesnaedi Main Antagonis Pertama di Teater Njonja Ati Soetji

Maudy Koesnaedi Main Antagonis Pertama di Teater Njonja Ati Soetji
Maudy Koesnaedi - © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Maudy Koesnaedi siap tampil beda di panggung teater. Ia dipercaya memerankan Sayap Hitam dalam pertunjukan Njonja Ati Soetji yang dijadwalkan pada 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Sayap Hitam digambarkan sebagai mucikari atau perantara dalam perdagangan pekerja seks komersial. Peran ini menjadi karakter antagonis pertama yang dimainkan Maudy sepanjang kariernya di industri hiburan.

1. Maudy Koesnaedi Keluar dari Zona Nyaman

Selama ini, Maudy lebih sering mendapatkan peran protagonis dengan pembawaan lembut. Karena itu, Sayap Hitam menghadirkan pengalaman yang benar-benar baru baginya.

"Di pementasan ini aku dikasih peran yang berbeda dari peran peran sebelumnya, dan begitu merasa wah seru banget di kasih kesempatan buat eksplor kemampuan di panggung," ujar Maudy Koesnaedi saat jumpa pers di Kawasan Lebak Bulus, belum lama ini.

Meski mengakui tantangannya, Maudy melihat ruang untuk mengeksplorasi kemampuan akting sekaligus mendalami pesan yang diangkat pementasan ini. Menurutnya, karakter tersebut mengajak penonton melihat persoalan moral dari berbagai sisi karena setiap tindakan punya konsekuensi bagi orang lain.

"Selain nilai moral dan kepahlawanannya, karakter itu yang bikin tantangan buat aku," jelas Maudy.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Kisah Perjuangan Njonja Ati Soetji

Diproduksi Regina Art, pementasan ini mengangkat perjuangan perempuan Tionghoa-Indonesia Auw Tjoei Lan, atau Njonja Ati Soetji, yang menyelamatkan perempuan dan anak korban perdagangan manusia pada masa kolonial.

Naskahnya ditulis Endah D. Jenura setelah riset dua tahun, dengan Wawan Sofwan sebagai sutradara. Selain Maudy, Tika Bravani turut bermain sebagai Noona Kneefel.

Wakil Ketua Yayasan Hati Suci, Wenny, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai kisah pendiri yayasannya relevan sebagai teladan bagi masa kini.

"Kami mengapresiasi Regina Art karena mengangkat tentang pendiri kami. Buat kami, ini bukan saja hanya sejarah, namun juga sebuah teladan," kata Wenny

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

(kpl/pur/ums)

Rekomendasi

Trending