Mbah Surip, Makin Tua Makin Menjadi

Kamis, 06 Agustus 2009 11:05 Penulis: Yunita Rachmawati
Mbah Surip, Makin Tua Makin Menjadi Mbah Surip
Kapanlagi.com - Makin tua makin menjadi, itulah istilah paling cocok untuk sosok Mbah Surip di mata para sahabatnya. Adalah Iwan, kerabat dekat yang juga anggota Bengkel Teater Rendra. Iwan mengaku tahu banyak soal Mbah Surip, termasuk humor dan kharisma almarhum yang begitu kuat.

"Mbah pertama datang ke Bulungan pakai sepeda onthel, bawa gitar bolong buatan sendiri. Dia itu jago panco, nantang Elyas Pical yang juara tinju pada tahun '85. Mbah bilang pengen ketemu, tapi kata Anto Baret harus ngalahin anak-anak sini dulu, tapi dia nggak bisa ngalahin Anto Baret, dan akhirnya nggak jadi ketemu. Dia fair milih hidup di Bulungan," tutur Iwan.

Ditemui di Bengkel Teater Rendra di Citayam, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8) sore, Iwan beranggapan Mbah Surip meskipun sudah berumur namun dandanannya masih nyentrik. Pelantun Tak Gendong itu memang menyukai gaya rasta karena suka musik reggae.

"Gaya rambut gimbalnya itu dari Jamaika. Itu yang jadi ciri dan karakter dia. Semakin tua makin jadi. Di Bandung lebih dikenal Mbah Surip karena dia punya community di sana. Dia tipe orang yang susah ditebak, suka bercanda, selalu gitaran. Dia juga pernah bercerita, dulunya dia pekerja kasar di pengeboran minyak di Amerika," terang Iwan.

Walau kenal Mbah Surip, tapi Iwan mengaku tidak terlalu kenal keluarganya. Farid - anak kedua Mbah Surip, saja baru dikenalnya saat pemakaman. Maklum saja karena sebagai sesama musisi mereka hanya berbicara soal karya dan jarang menyentuh kehidupan pribadi masing-masing.   

(kpl/mai/boo)


REKOMENDASI
TRENDING