Muslim Jadi Minoritas di Spanyol, Ini Komentar Oki Setiana Dewi

Senin, 10 April 2017 06:44 Penulis: Cinthya Septavy
Muslim Jadi Minoritas di Spanyol, Ini Komentar Oki Setiana Dewi Oki Setiana Dewi © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kesibukan Oki Setiana Dewi di luar syuting agaknya tak kalah melelahkan. Usai mengikuti program pertukaran Muslim di Australia selama dua minggu, beberapa waktu lalu ibu dua anak itu kembali menjadi perwakilan Indonesia di Spanyol dengan agenda membantu pembangunan masjid di sana.

"Kemarin Oki sudah pergi, sudah 2 minggu. Banyak sekali dapat ilmu baru. Kemudian Oki berangkat ke Spanyol bersama Dewi Sandra, kita mewakili Indonesia. Jadi perwakilan Indonesia, Malaysia, Singapura. Kita mendukung program a tile for Seville yaitu membuat masjid di Seville.  Yang kita tahu, Spanyol selama 8 abad, pernah Islam sangat berjaya. Tapi masjid tidak ada khususnya di Seville-nya," ujar Oki Setiana Dewi saat ditemui di K-Link Tower, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu (2/4).  

"Setiap Jumat selalu banyak orang yang bersyahadat, teman yang baru masuk Islam, generasi-generasi baru selalu meningkat para muslimnya. Mereka gak punya masjid. Mereka hanya punya mushola yang di atasnya apartemen. Dan kalau mereka sedikit bersuara saja, orang-orang apartemen akan protes. Ketika mereka Ramadhan, muslimnya banyak tapi tempatnya sangat kecil dan sangat panas. Mereka tidak nyaman untuk beribadah. Jadi mereka betul-betul butuh masjid di situ. Itu kenapa Oki, mbak Dewi, dan teman-teman perwakilan yang lain ingin membantu teman-teman di Spanyol untuk membuat masjid di Seville. Mirislah. Karena dulu Islam pernah berjaya 800 tahun, tapi kita gak punya masjid sama sekali," ungkapnya.

Oki Setiana Dewi kagumi umat Muslim di Spanyol © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoOki Setiana Dewi kagumi umat Muslim di Spanyol © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto


Perjalanan ke Spanyol membuat Oki menemukan inspirasi dari para Muslim yang tinggal di sana. Menjadi minoritas di sebuah wilayah memang penuh tantangan, oleh sebab itu pembangunan masjid sangat dibutuhkan umat Muslim di Seville.

"Di Indonesia kan mayoritas Muslim, dan di sana kebalikannya. Kebayang gak kalau tinggal di sana? Yang dilihat adalah, Indonesia banyak masjid besar yang indah, tapi tidak terlalu penuh masjidnya. Di sana tempat mereka kecil sekali. Mushola kecil di basement, di lantai paling bawah, tapi penuh sesak. Mereka sangat butuh masjid. Masjid sedikit, tapi orang muslimnya banyak, mereka berjalan dari puluhan Km untuk bisa sholat di mushola tersebut," tutur Oki.

"Jadi itulah perbedaan yang saya lihat. Di sini mayoritas dan di sana minoritas. Dan juga di sana, ketika mereka memeluk Islam mereka sungguh-sungguh belajar dan mencari tahu Islam itu apa. Jadi ketika melakukan ibadah sungguh-sungguh, karena paham akan pencarian mereka. Islam yang dilakukan bukan karena orang tua Islam. Tapi mereka benar-benar sungguh-sungguh menjalankan Islam. Itu yang saya pelajari dari mereka, membuat inspirasi," tandasnya.

(kpl/pur/cvn)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING