SELEBRITI

Para Jawara Super Art Festival 2019 Berkesempatan Datang Ke Acara Festival Seni Tahunan Di Hongkong

Senin, 03 Februari 2020 20:20 Penulis: Sanjaya Ferryanto

Kapanlagi/Irfan Kafril

Kapanlagi.com - Rangkaian puncak acara Super Art Fest 2019 akhirnya berakhir pada 1 Januari 2020, Sabtu malam. Para pemenang kompetisi diumumkan di Awarding Night yang diselenggarakan di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan.

Syaharuddin Ramadhan Dae (Dae Button) keluar sebagai juara pertama dari kategori Street Art, sementara Gandhi Setiawan, menjadi jawara di kategori Ilustrasi. Kemudian, ada Yahya Laban yang menjadi pemenang di kategori Comic Strip dan yang terakhir, Yanuar Indra membawa pulang gelar juara dari kategori Custom Art (medium sneakers).

Seluruh juara pertama dari empat kategori ini mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 15 juta, dan tak hanya sampai di situ, para pemenang juga berkesempatan untuk datang ke festival seni tahunan, HK Walls dan Hong Kong Art Basel pada Maret mendatang. Sementara juara kedua mendapatkan uang tunai sebesar Rp 10 juta, dan juara ketiga dapat uang tunai Rp 5 juta.

 

1. Sempat Kesulitan

Sebelum menentukan para pemenang, para juri yang menilai mengaku sempat kesulitan untuk menyaring ratusan orang peserta menjadi lima kandidat terpilih. Tapi akhirnya, mereka berhasil menentukan pemenang lewat penyeleksian yang super ketat.

"Begitu kepilih, kita kesulitan karena bagus semua. Akhirnya, kita adain interview ke para peserta," ungkap Tutu, perwakilan juri dari kategori Street Art.

Interview yang dimaksud dilakukan agar para juri mengetahui apa makna di balik karya yang dibuat oleh peserta, pasalnya para juri ini tak ingin para peserta hanya asal bikin. Ketika melakukan proses seleksi, Tutu dan juri lainnya sangat terkesan melihat karya-karya peserta, khususnya peserta yang datang dari luar Pulau Jawa.

2. Lihat Karakteristik

"Kita lihat karakteristik artist-nya. Orang ini kalau bikin sesuatu konseptual nggak, ada narasi nggak. Kalau visual doang, anak SMA juga jago-jago, tapi 'kan, bukan profesional," ujarnya.

"Nggak hanya yang dari pulau Jawa ya, karya yang di luar Jawa pun ternyata juga bagus-bagus. Tapi kebanyakan kendalanya mereka minder duluan, nggak kuat bersaing sama yang di Pulau jawa. Tapi di situ poinnya, nah kita di sini juga bakal kasih mereka experience untuk menambah rasa percaya diri mereka agar nanti bisa bersaing nggak cuma dengan seniman dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri," pungkasnya.

Super Art Fest menjaring 552 peserta sejak pendaftaran dibuka pada 21 Juni hingga 16 Agustus 2019. Para pelaku seni tersebut datang dari tingkat pemula hingga profesional dari beberapa daerah seperti Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera.

(kpl/irf/frs)

Reporter: Irfan Kafril


REKOMENDASI
TRENDING