Pendapat Christian Sugiono Soal Pendidikan di Indonesia

Rabu, 03 Mei 2017 20:15 Penulis: Helmi Romadhon
Pendapat Christian Sugiono Soal Pendidikan di Indonesia Christian Sugiono © KapanLagi.com®/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Christian Sugiono ikut meramaikan acara Pesta Pendidikan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei lalu di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (2/5).

Dalam kesempatan tersebut, suami Titi Kamal itu berbagi pandangannya soal pendidikan Indonesia saat ini yang menurutnya masih terbatas dengan proses pengajaran dari guru ke murid. Ia pun berbagi pengalamannya saat sekolah di Jerman.

"Kalau saya melihat pendidikan saat ini di Indonesia masih sebatas transfer ilmu saja, dari guru ke murid. Tapi penerapannya itu masih kurang. Saya tidak ingin membandingkan tapi saya mempunyai pengalaman (sekolah) juga di Jerman. Ternyata belajar bahasa Jerman, bukan belajar bahasanya. Tapi belajar bahasa Jerman itu selama satu semester hanya ada satu buku yang dibaca dan kita berargumen," jelas Christian.

Christian Sugiono berikan pendapat soal pendidikan di Indonesia © KapanLagi.com®/Budy SantosoChristian Sugiono berikan pendapat soal pendidikan di Indonesia © KapanLagi.com®/Budy Santoso

"Itulah kenapa kita masih kurang karena kita hanya baca dari buku lalu dituangkan di kertas ulangan dan ujian lalu dapat nilai. Jadi value dan nilai dari argumentasi atau opini dari murid itu tidak dinilai. Karena kalau kita berargumen dengan pengajar itu bisa dilihat kurang baik," lanjut bapak satu anak ini.

Ayah dari Arjuna Zayan Sugiono ini berharap ke depannya pendidikan Indonesia semakin lebih baik lagi. Agar tidak kalah dengan negara-negara lain khususnya Asia.

"Jadi menurut saya mudah-mudahan hal tersebut dapat diubah ke depannya dan masyarakat Indonesia yang masih sekolah bisa menjadi lebih kritis. Harapannya, pendidikan Indonesia bisa mendapatkan lebih baik lagi. Sehingga tidak kalah dengan negara lain terutama di asia dulu dah ya," pungkasnya.

(kpl/rhm/mhr)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING