Pengacara Ahmad Dhani Tuding Kuasa Hukum Farhat Abbas Menyesatkan

Minggu, 03 Januari 2016 16:15 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Pengacara Ahmad Dhani Tuding Kuasa Hukum Farhat Abbas Menyesatkan Ahmad Dhani/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Kasus antara Ahmad Dhani dan Farhat Abbas terus berlanjut dengan saling gugat baik pidana maupun perdata. Tanggal 28 Desember lalu, sidang perdata antara keduanya berakhir dengan ditolaknya gugatan Farhat senilai Rp 60,5 M oleh majelis hakim. Namun pihak pengacara kontroversial itu mengatakan bukan hanya permintaan mereka yang ditolak. Statement ini pun mengundang kegeraman dari pihak kuasa hukum Dhani.

"Perkara perdata menguntungkan perkara pidana Farhat hanya ilusi. Gugatan Farhat ditolak, Dhani semakin yakin dimenangkan dalam perkara pidana. Bahwa Farhat sudah dinyatakan oleh polisi menjadi tersangka pada tanggal 20 Maret 2014 atas 17 tweet yang dibuat Farhat yang menghina dan mencemarkan nama baik Dhani yaitu tweet dari tanggal 8 September 2013 hingga 30 November 2013," terang Suhendra Asido Hutabarat, kuasa hukum Ahmad Dhani, saat dihubungi via telepon beberapa hari lalu.

Dalil di atas digunakan kuasa hukum Dhani untuk meminta Majelis Hakim menolak gugatan Farhat. Mereka menganggap gugatan Farhat tidak ada dasar hukumnya. "Dia sendiri sudah menjadi tersangka akibat merugikan Dhani dan kenyataannya, Majelis Hakim mengabulkan jawaban kami dan menolak gugatan Farhat. Ini jelas semakin mendukung dalam perkara pidana, Farhat dinyatakan bersalah," jelasnya.

Kuasa hukum Ahmad Dhani tuding pengacara Farhat menyesatkan/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoKuasa hukum Ahmad Dhani tuding pengacara Farhat menyesatkan/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Ia menegaskan bahwa gugatan rekonvensi yang ia ajukan bukan lagi soal tweet lama tahun 2013 silam, melainkan soal 9 tweet baru yang dibuat Farhat pada 22 Agustus 2015 hingga 15 September 2015. "Sayangnya sebelum sidang pembuktian rekonvensi akun Twitter Farhat lenyap," tuturnya.

Namun, pihak dhani sudah mengantisipasi dan meminta Majelis Hakim tidak mengaitkan kasus baru ini dengan kasus lama. "Jadi kalau ada pendapat dari pihak Farhat yang bilang gugatan rekonvensi terkait dengan perkara pidana itu ilusi saja, kami akan ajukan saksi dan ahli untuk memberikan kesaksian di perkara pidana untuk menjelaskan hal tersebut. Kami tetap optimis Majelis Hakim memutus Farhat bersalah dalam perkara pidana," tegasnya.

Geram dengan statement yang menurutnya tak benar, Suhendra menuding Muh. Burhan selaku kuasa hukum Farhat menyesatkan. "Inti pointnya, gak benar itu pernyataan Burhan (kuasa hukum Farhat), ngaco dan menyesatkan," tutupnya.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING