Pengantin Baru Kerajaan Spanyol Mulai Berbulan Madu
Kapanlagi.com - Pasangan Pangeran Felipe de Borbon, Putra Mahkota Kerajaan Spanyol, dan istrinya Letizia Ortiz Rocasolano tengah berbulan madu. Perjalanan bulan madu Pangeran Felipe dan Ortiz yang kini bergelar Putri Letizia dari Asturias dimulai di Kota Cuenca, Spanyol, Senin (24/5). Pasangan pengantin baru paling terkenal di Negeri Matador akan melancong ke berbagai kota di Spanyol. Namun, rincian perjalanan bulan madu ini dirahasiakan oleh kedua mempelai dan pihak Istana Spanyol. Saat ini terungkap bahwa dari Cuenca, mereka akan melancong ke kota-kota kuno lain di Spanyol sebelum bertolak ke luar negeri termasuk Yordania dan Vatikan, Roma.Saat pernikahan, tubuh Ortiz dibalut gaun putih bercadar sepanjang 4,5 meter dari bahan sutera bersulam plus berbagai aksesori, termasuk mahkota tiara bertahtakan intan. Mahkota ini pernah dikenakan Ratu Sofia, mertua Ortiz, saat menikah dengan Raja Juan Carlos pada 1962. Sedangkan Pangeran Felipe mengenakan seragam biru yang mencerminkan bahwa dia seorang mayor angkatan darat.Ortiz, yang pernikahan pertamanya dengan guru sastra Alonso Guerrero berakhir dengan perceraian, adalah warga biasa pertama mewarisi tahta kerajaan. Ia dan suaminya adalah lambang Spanyol masa kini yang berjiwa muda, dinamis dan moderen, sebagaimana diserukan Raja Juan Carlos pada awal pembukaan parlemen baru April 2004. Meskipun Gereja Katolik yang berpengaruh sempat terkejut dengan status janda Ortiz, namun mereka lega mengetahui bahwa ia menikah dalam pernikahan sipil yang belum diakui gereja. Sekitar tiga-perempat warga Spanyol mendukung kerajaannya, meskipun sisanya simpatik pada pro-republik dan penerimaan keluarga kerajaan Spanyol atas seorang wanita muda percaya diri dari masyarakat luas pasti meningkatkan dukungan pada kerajaan. Acara perkawinan mewah-meriah ini mengakhiri bertahun-tahun spekulasi atas kehidupan cinta Pangeran Felipe, yang pernah dikenal sebagai pria lajang paling menarik di Eropa. Sebelum menikahi Letizia, ia pernah berkencan dengan banyak wanita non-bangsawan termasuk model Norwegia, Eva Sannum, dan seorang mahasiswi Jerman. Kini warga Spanyol bisa menanti Putri Letizia yang asli negerinya sejak Maria de las Mercedes de Orleans y Bourbon wafat pada tahun 1904. Ia adalah isteri pertama Alfonso XIII, kakek moyang Pangeran Felipe. Hubungan romantis Pangeran dengan Letizia sangat menarik perhatian umum, mengingat Letizia dikenal sebagai presenter televisi nasional Spanyol. Mereka bertemu ketika Letizia meliput kerusakan pantai Spanyol akibat kapal tanki minyak Prestige pada bulan November 2002. Tak lama kemudian mereka mulai berkencan dan pada awal November 2003 mereka pun mengungkapkan rahasia hati mereka pada rakyat Spanyol. Beda dengan Puteri Diana dari Inggris yang berpendidikan SMU, Puteri Letizia mencerminkan calon ratu yang berasal dari latar belakang warga biasa dengan pendidikan sarjana dan pengalaman kerja profesional. Sebelumnya ia pernah bekerja di stasiun teve berbahasa Spanyol CNN+ dan jaringan teve Bloomberg di bawah kontrak bersama kantor berita Spanyol Efe. Ia bisa memberikan bantuan besar atas pengalamannya di dunia media pada keluarga kerajaan jika digunakan dengan baik. "Ia akan beradaptasi pada peran ratu moderen, yang makin mendekatkan kerajaan pada rakyat," puji Andres Merino, sejarahwan dan direktur majalah Espana Real yang menyajikan informasi tentang keluarga kerajaan Spanyol. "Ia akan mencurahkan waktunya membantu kaum miskin dan memperhatikan persoalan wanita dan anak-anak," tambah Merino. Selain prestasi kariernya, sikap membumi Putri Letizia banyak membantu upaya keluarga kerajaan Spanyol mendekati keluarga para korban peristiwa pemboman 11 Maret di sistem kereta api Madrid. Air mata yang dicucurkan keluarga kerajaan makin mendekatkan ikatan dengan rakyatnya mengingat kerajaan Spanyol baru dipulihkan kembali pada tahun 1975 setelah kematian diktator Jenderal Franco. Pangeran Felipe, yang dididik untuk perannya sebagai kepala kerajaan melalui angkatan darat, laut dan udara Spanyol, dikenal sebagai sosok serius dan mantap. Ia lahir setelah Puteri Elena dan Puteri Cristina, merupakan putera tunggal Raja Juan Carlos dan Ratu Sofia, yang menikah dalam pengasingan di Yunani pada tahun 1962. Setelah latihan militer yang keras, ia meraih gelar sarjana hukum dari Autonomous University, Madrid, sebelum melanjutkan pendidikan pasca sarjana dalam bidang hubungan internasional di universitas Georgetown, Washington DC, Amerika Serikat. Selain sangat peduli pada lingkungan alam, Pangeran sangat tertarik mendorong akses ke dunia usaha bagi para kawula muda dan mengepalai beberapa asosiasi dan yayasan. Ia juga gemar berlayar dan mendukung tim layar Spanyol pada Olimpiade 1992 di Barcelona. Di bawah konstitusi Spanyol 1978, Pangeran Felipe menikmati akses langsung pada mahkota kerajaan selaku pewaris pria satu-satunya. Tetapi situasi itu berubah karena kini pemerintah sosialis Spanyol ingin merubah aturan suksesi kerajaan Spanyol untuk membolehkan penguasa wanita memimpin negaranya. Maka jika anak pertama Putri Letizia dan Pangeran Felipe adalah perempuan, ia tetap berhak naik takhta kelak.
(dsc/ine)
Advertisement



































