SELEBRITI

Penulisan Lirik Jadi Senjata Andalan Ravi Andika di EP Terbaru Berjudul Purwarupa

Selasa, 22 November 2022 18:32

Ravi Andika (credit: Kapanlagi.com/Mathias Purwanto)

Kapanlagi.com - Setelah merilis single “Picture, You” di pertengahan Mei 2022, masih dibawah naungan 301 Entertainment Ravi andika kembali merilis karyanya. Kali ini, tepat pada tanggal 18 November 2022 ia merilis suguhan EP bertajuk “PURWARUPA” berisi 5 lagu yang kelimanya ditulis oleh Ravi Andika.

EP PURWARUPA ini juga melibatkan orang-orang hebat di kancah musik tanah air. Dani Primada dan Tomy Icom sebagai produser, orang yang juga dibalik nama besar Peterpan, Caffeine, Dygta dan Geisha. Ari Renaldi sebagai pengisi drum, yang juga merupakan produser Tulus dan Yura Yunita. Ari Firman dari The Groove mengisi track bass dan juga mengaransemen string.

Lagu-lagu di EP PURWARUPA ini di-mixing oleh Ivan Dewanto, Steve Carao dari Sage Audio dan 7th Floor. Di-Mastering oleh Steve Carrao dari Sage Audio dan 7th floor. Keterlibatan Ravi Andika di EP PURWARUPA ini bukan hanya sebagai penulis lagu dan penyanyi, namun Ravi andika juga mengisi track gitar, keyboard, drum dan menjadi co-producer di EP PURWARUPA ini.

1. Menulis Lirik

Kekuatan Ravi Andika dalam menulis lirik masih menjadi salah satu kekuatan di EP ini. Referensi literasi yang baik dan pemlilihan diksi yang pantas nampak disemua lagu di EP PURWARUPA ini.

"EP ini merupakan rangkuman dari lagu-lagu yang pernah gw tulis.” jelas Ravi Andika.

Memang terdengar riskan dan jadi pertanyaan besar. Apakah EP PURWARUPA ini akan terdengar seperti album kompilasi yang diisi oleh 5 musvisi berbeda? Jawabannya, tidak sama sekali. Lirik dan notasi di setiap lagu selalu menyiratkan persona Ravi Andika, walau kadang tidak terlalu eksplisit. Dan persona itu menjadi benang merah yang menguatkan bahwa kelima lagu ini merupakan bagian integral dari EP PURWARUPA.

2. Sangat Terasa

Alur di EP PURWARUPA ini terasa seperti linimasa dari perjalanan musikal Ravi Andika, dengan setiap lagu sebagai penanda masanya. Eksplorasi dari lagu ke lagu di EP PURWARUPA ini sangat terasa, tanpa terdengar mencoba terlalu keras, tanpa menghilangkan identitas Ravi Andika dan dengan rasa yang personal. Rasa yang tidak bisa dipungkiri sudah semakin jarang ditemui di industri musik tanah air.

Sepintas lagu-lagu di EP PURWARUPA ini mempunyai makna yang sederhana, sebatas selebrasi kebahagian, kehilangan dan pengorbanan, namun tidak bagi yang jeli dan mau menggali lebih dalam. Disana ada konflik yang rumit, relasi yang skeptikal, Elaborasi kepongahan, momen pra-kehilangan sampai pengorbanan. “Tuan Muda Jenaka” menjadi pilihan tepat sebagai lagu pembuka di EP PURWARUPA ini.

3. Notasi Sumringah

Dengan notasi yang sumringah dan ketukan yang tidak terlalu terburu-buru, bisa mengantarkan isi lagu yang menceritakan tentang kejumawaan. Disusul dengan “MYTHOMANIA.” di lagu kedua dengan notasi sendu dan ketukan tanggung. Agak sulit menentukan kemana arah rasa dari lagu ini, tapi tampaknya memang itu tujuannya, tepat untuk mewakili kebahagiaan semu yang menjadi isi dari lagu ini.

"Rindu atau ‘Memang Rindu’”, lagu ketiga di EP PURWARUPA ini sedikit menaikkan tensi, sangat tepat disimpan dipertengahan. Notasi yang riang dan ketukan yang menuju cepat, alih-alih diisi dengan lirik yang selaras malah dibuat kontradiktif dengan isi lagu yang sebenarnya menggambarkan keraguan.

“Napasku” lagu keempat di EP PURWARUPA ini merupakan lagu yang secara musik dan lirik selaras, namun tidak menjadi membosankan dan bisa mewakili kesedihan di lagu ini tanpa harus terasa depresif. Isi lagu ini menggambarkan seseorang yang ingin ditemani oleh orang pilihannya di sedikit sisa hidupnya. “Biar Aku” lagu penutup di EP PURWARUPA merupakan respon dari keresahan yang diceritakan di lagu-lagu sebelumnya.

4. Berbagi Beban

Ravi Andika membuka dirinya bagi setiap yang dirudung keresahan untuk berbagi beban. Dengan notasi dan ketukan yang mengajak untuk bangkit, lagu ini memang tampaknya dirancang untuk menutup EP PURWARUPA ini dengan perayaan kecil.

EP PURWARUPA ini bukan merupakan prototipe coba-coba dalam rangka menguji pasar, tapi merupakan pengalaman sensorik yang vmengombang-ambing namun ditutup dengan suka cita.

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake
REKOMENDASI
TRENDING