CLOSE

Samuel Zylgwyn Andalkan Golf untuk Redakan Stres saat Syuting Padat

Samuel Zylgwyn Andalkan Golf untuk Redakan Stres saat Syuting Padat
Samuel Zylgwyn Andalkan Golf untuk Redakan Stres saat Syuting Padat © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Kapanlagi.com - Samuel Zylgwyn memiliki cara tersendiri untuk mengelola stres di tengah jadwal syuting yang padat. Di luar aktivitasnya sebagai aktor, ia menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi lewat beberapa hobi yang rutin dijalankan, salah satunya golf.

"Iya, salah satunya. Yang penting kan kita as a human punya hobi. Hobi itu kan untuk stress relief ya, jadi bukan cuman golf aja, macam-macam. Mungkin kalau gua salah satunya golf. And then motoran, terus nge-gym. Udah gitu-gitu aja, yang penting ada activity di luar pekerjaan yang kayaknya 'Wah, ini bisa stress relief deh' gitu," ungkapnya saat ditemui di Golf House, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

Samuel mulai mengenal golf sejak 2010, ketika usianya masih 22 tahun. Ketertarikan itu muncul setelah seorang pemain senior di lokasi syuting yang kerap bermain golf mengajaknya mencoba driving. Sejak saat itu, olahraga ini terus ia tekuni hingga sekarang.

1. Aktivitas di Luar Set untuk Jaga Keseimbangan

Samuel Zylgwyn di Event Golf © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Bagi Samuel, memiliki kegiatan di luar pekerjaan adalah kebutuhan. Ia menempatkan golf sebagai ruang jeda di sela padatnya jadwal, sekaligus sarana untuk meredakan penat setelah syuting.

Selain bermain golf, Samuel juga menyukai aktivitas lain seperti mengendarai motor dan berolahraga di pusat kebugaran. Kombinasi kegiatan tersebut ia jalani untuk tetap bugar dan menjaga fokus saat kembali bekerja.

Ketika agenda syuting sedang sangat padat, Samuel memilih menghentikan sementara aktivitas golf. Ia menempatkan prioritas pada pekerjaan, sembari memastikan hobi tetap menjadi ruang untuk menyegarkan pikiran, bukan beban baru.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Pelajaran Kendali Diri dari Lapangan

Golf bagi Samuel tidak sebatas mengisi waktu luang. Ia menemukan pelajaran mengenai pengendalian diri, terutama saat hasil pukulan tidak sesuai harapan. Ritme permainan yang menuntut konsentrasi membuatnya belajar mengatur emosi.

"Dulu ya, gua ngerasa kesulitannya itu adalah tentang ego. Gua pengen mukul kenceng, gua pengen jauh, karena itu pointless, nggak ada gunanya ternyata. Tetapi setelah gua akuin, setelah gua nikah, ego gua nurun, main jadi nggak ngotot, lebih santai, skor lebih bagus. Itu. Yang penting itu kan musuhnya diri sendiri, bukan musuh sama orang lain. Gitu, itu bedanya sih," terangnya.

Ia mengakui pernah berada pada fase mengejar pukulan keras dan jauh saat baru serius bermain. Seiring waktu, setelah lebih memahami permainan dan menurunkan ego, ia merasa lebih rileks di lapangan dan skor permainan ikut membaik.

3. Perlengkapan Golf: Cari yang Paling Nyaman

Samuel menilai pemilihan perlengkapan golf memerlukan pertimbangan yang matang. Ia tidak terpaku pada merek atau harga, melainkan mencoba beberapa produk untuk menemukan yang paling sesuai dengan karakter permainannya.

"Sebagai golfer, saya tidak hanya melihat merek atau harga. Saya juga ingin memastikan produk tersebut sesuai dengan cara bermain dan nyaman digunakan. Karena itu, saya selalu ingin mencoba beberapa pilihan terlebih dahulu untuk merasakan perbedaannya secara langsung, bagaimana perbedaan berat dan respons saat diayunkan. Kesempatan untuk berdiskusi dengan staf di outlet membuat keputusan membeli menjadi jauh lebih meyakinkan," ujar Samuel.

Setelah sekitar 16 tahun bermain golf, Samuel kini lebih menikmati olahraga ini tanpa menjadikannya beban. Di sela kesibukan, golf tetap ia pilih sebagai cara menjaga tubuh dan pikiran, sekaligus menikmati waktu di luar pekerjaan.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending