Sebelum Merambah Dunia Seni Peran, Ario Bayu Pernah Jadi Tukang Cuci Piring

Selasa, 05 Desember 2017 13:00 Penulis: Tyssa Madelina
Sebelum Merambah Dunia Seni Peran, Ario Bayu Pernah Jadi Tukang Cuci Piring Ario Bayu. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Dedikasi Ario Bayu dalam dunia seni peran memang tidak ada matinya. Kerap membintangi beberapa film layar lebar, membuat namanya semakin tersohor sebagai aktor besar Tanah Air. Namun siapa sangka, ternyata sebelum merambah dunia seni peran, dulunya, Ario Bayu pernah memulai perjalanan hidupnya dari bawah.

Ditemui saat Pers Screening 5 COWOK JAGOAN di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (4/12), Ario Bayu pun tak membantah kabar tersebut. "Itu aku dulu pernah jadi tukang cuci piring saat di Australia. Seharian itu cuci piring terus sampai jam 12 midnight. Itu gue kerjanya cuci piring, ngepel2," ungkapnya.

Namun diakui oleh Ario, pengalaman hidupnya tersebut mengajarkan banyak hal terhadap dirinya saat ini. Salah satunya adalah kemandirian. "Gue pernah berpengalaman di pekerjaan itu. Gue merasa senang banget. Karena waktu itu kan usianya 16 tahun ya gue sudah punya kemandirian," tutur Ario.

Sebelum jadi aktor, Ario Bayu pernah jadi tukang cuci piring. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom SukaryaSebelum jadi aktor, Ario Bayu pernah jadi tukang cuci piring. © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Selain itu, ia juga mengungkapkan fakta bahwa meski tergolong pekerjaan kasar, pekerjaan tersebut bukan merupakan hal yang buruk. Justru, hal itu memberikan banyak pelajaran bagi pria berusia 32 tahun ini. "Ternyaya kerja kasar itu bukan berarti itu kerja yang tidak baik," jelasnya.

Tentu saja, hal tersebut cukup membantu Ario untuk mendalami karakter Yanto dalam film terbarunya. Di film 5 COWOK JAGOAN, Yanto sendiri digambarkan sebagai cleaning service yang culun. "Untuk karakter Yanto nggak ada masalah, ini simpel aja sih," tandas Ario.

Ditanya mengenai rencana untuk tahun 2018, Ario Bayu mengatakan bahwa dirinya hanya ingin lebih bahagia dengan tidak terlibat dalam polemik politik di Tanah Air. "Enggak mikirin politik karena politik tidak membantu. Yang penting kita bisa membantu diri kita sendiri, polemik yang digoreng sana sini kayaknya tidak terlalu membuat stimulasi kognitif kita sebagai anak muda indonesia jadi lebih banyak baca buku lebih banyak cek ide-ide yang progresif itu aja sih," ungkap Ario.

(kpl/aal/tmd)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING