CLOSE

Serafesya Rilis The Box, Lagu Tentang Kenangan Dan Kehilangan Yang Sulit Dilupakan

Serafesya Rilis The Box, Lagu Tentang Kenangan Dan Kehilangan Yang Sulit Dilupakan
Serafesya rilis The Box dan cerita perjalanan karier bermusiknya (Dok. Pribadi)

Kapanlagi.com - Penyanyi sekaligus songwriter muda asal Jakarta, Serafesya, kembali menyapa pendengar lewat single terbarunya berjudul“The Box”.

Dirilis pada 10 Oktober 2026 di seluruh platform streaming digital, lagu ini mengajak pendengar menyelami perasaan kehilangan seseorang yang pernah punya tempat spesial dalam hidup.

Di usianya yang baru 16 tahun, Serafesya menghadirkan karya pop dengan pendekatan singer-songwriter yang terasa personal dan reflektif.

The Box lahir dari perenungan tentang bagaimana seseorang yang dulu begitu dekat bisa perlahan terasa asing, meski rasa sayang belum sepenuhnya hilang.

Menariknya, lagu ini tidak hanya membahas hubungan romantis. Serafesya membuka ruang bagi pendengar untuk memaknai kehilangan dengan cara masing-masing, baik saat berpisah dari pasangan, teman, maupun seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup.

Lewat lagu ini, ia juga mengajak pendengar merenungkan satu pertanyaan sederhana: apakah melepaskan seseorang berarti harus berhenti menyayanginya?

1. The Box, Metafora untuk Kenangan yang Tak Terhapus

Serafesya comeback lewat single The Box (Dok. Pribadi)

Dalam The Box, sebuah kotak menjadi simbol tempat menyimpan hal-hal yang tertinggal dari seseorang.

Mulai dari foto, percakapan, tawa, kata-kata, hingga momen kecil yang pernah terasa begitu berarti, semuanya seolah dikumpulkan dalam satu ruang khusus.

Gagasan tersebut tergambar lewat penggalan lirik berbahasa Inggris berikut:

“Every photo, every memory and laugh and word you've spoken / I'll put it in the box I'll never open.”

Alih-alih memaksa diri untuk melupakan segalanya, lagu ini menggambarkan pilihan untuk menyimpan kenangan tanpa harus terus-menerus kembali ke masa lalu.

Ada hal-hal yang mungkin tetap berharga, meskipun hubungan dengan orang yang bersangkutan sudah berubah.

The Box pun tidak menawarkan jawaban sederhana tentang cara menghadapi kehilangan.

Lagu ini justru bergerak di antara rasa sakit, kebingungan, kasih sayang, dan proses menerima kenyataan bahwa sesuatu mungkin tidak akan pernah kembali seperti dahulu.

Pesan yang dibawa terasa dekat dengan pengalaman banyak orang. Terkadang, berdamai dengan masa lalu bukan berarti menghapus semua kenangan, melainkan belajar membiarkannya tetap ada tanpa harus terus hidup di dalamnya.

(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)

2. Serafesya, Performer Muda yang Juga Punya Cerita

Serafesya bercerita terkait perjalanan kreatifnya menjadi songwriter (Dok. Pribadi)

The Box ditulis sendiri oleh Serafesya, sekaligus melanjutkan perjalanan kreatifnya sebagai songwriter.

Sebelum merilis single ini, ia telah memperkenalkan sejumlah karya, termasuk Rooftop, U Can Have Him, dan HEY.

Perjalanan Serafesya di dunia hiburan juga tidak terbatas pada musik. Ia sudah aktif di dunia seni pertunjukan sejak usia muda, khususnya musical theatre, serta memiliki pengalaman di dunia perfilman melalui film layar lebar Gereja Setan.

Ia juga pernah meraih sejumlah prestasi dalam kompetisi menyanyi internasional di Hong Kong dan Penang.

Pengalaman tersebut membentuk Serafesya sebagai performer sekaligus storyteller. Ia mengembangkan kemampuan singing, dancing, dan acting, atau yang dikenal sebagai kekuatan triple threat dalam dunia pertunjukan.

Latar belakang teater turut memengaruhi caranya menyampaikan emosi melalui musik.

Baginya, bercerita lewat lagu bukan sekadar menyanyikan lirik, tetapi juga menghadirkan perasaan dan pengalaman yang bisa terhubung dengan pendengar.

Dalam produksi The Box, Alfath Flemmo terlibat sebagai produser, pengarah vokal, sekaligus arranger.

Kolaborasi ini menghadirkan lagu pop berdurasi sekitar empat menit yang memberikan ruang bagi vokal dan lirik untuk menyampaikan cerita secara bertahap, dari rasa sakit dan kebingungan menuju penerimaan yang lebih tenang.

3. Music Video The Box Siap Hadir dengan Cerita Visual

Serafesya ungkap rencana jadwal tayang musik video The Box (Dok. Pribadi)

Tidak hanya dalam bentuk audio, The Box juga akan dilengkapi dengan video musik yang menjadi kelanjutan cerita dari lagunya.

Mengusung pendekatan intim dan sinematik, video musik ini akan mengeksplorasi tema kehilangan, kenangan, serta kotak sebagai simbol utama.

Musik video The Box direncanakan tayang pada pertengahan Oktober 2026. Kehadirannya diharapkan memperluas pengalaman pendengar dalam memahami cerita yang dibangun Serafesya melalui lirik dan musik.

Bagi Serafesya, kehilangan tidak selalu harus berakhir dengan melupakan seseorang sepenuhnya.

Ada kalanya seseorang tetap menjadi bagian dari kenangan kita, meskipun jalan hidup sudah membawa kita ke arah yang berbeda.

Melalui The Box, Serafesya menghadirkan ruang bagi pendengar untuk mengenali perasaan tersebut tanpa terburu-buru mencari jawaban.

Sebab, terkadang menerima bahwa seseorang sudah tidak lagi berada di sisi kita merupakan bagian penting dari perjalanan untuk berdamai dengan masa lalu.

Single The Box sudah dirilis pada 10 Oktober 2026 dan tersedia di seluruh platform streaming digital.

(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)

Rekomendasi

Trending