Soal Kasus Tora Sudiro, Pengacara: Negara Hukum Perlu Kepastian

Sabtu, 05 Agustus 2017 11:35 Penulis: Agista Rully
Soal Kasus Tora Sudiro, Pengacara: Negara Hukum Perlu Kepastian © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Pasangan selebritis Tora Sudiro dan Mieke Amalia Kamis (03/08) lalu terjerat kasus Narkoba. Diketahui pasangan yang menikah pada tahun 2009 lalu ini memiliki 3 strip obat penenang jenis Dumolid. Karena kepemilikan ini, Tora Sudiro dijerat pasal 62 UU Psikotropika No. 5 Tahun 1997.

Meski demikian, seorang pengacara bernama Razman Nasution justru mengkritisi permasalahan yang dihadapi bintang NAGABONAR ini. "Maka (kasus) ini menimbulkan pemikiran baru bahwa obat tanpa resep dokter dan dibeli ternyata psikotropika itu berakibat hukum," jelasnya saat ditemui 

"Kalau itu diproses saya yakin 80% apotek banyak menjual. Untuk dapat resep dokter itu gampang sekali, menurut saya nggak gitu sistem pengawasan untuk kategori psikotropika tapi dijelaskan," imbuh Razman Nasution.

Tora Sudiro tersandung kasus narkoba karena memiliki 30 butir Dumolid yang termasuk golongan psikotropika © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom SukaryaTora Sudiro tersandung kasus narkoba karena memiliki 30 butir Dumolid yang termasuk golongan psikotropika © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

"Pemerintah sebaiknya menginventariskan (terutama) BPOM untuk memisahkan jenis obat (keras) kayak gini. Obat apa aja yang termasuk psikotropika biar diketahui, jenis ini masuk, jenis ini nggak masuk. Ini negara hukum, perlu kepastian," terangnya.

Dalam UU No. 5 Tahun 1997 sendiri obat psikotropika memang tidak dijlentrehkan secara gamblang. Namun yang dimaksud dalam Undang-Undang tersebut adalah obat-obatan yang memberi pengaruh selektif pada susunan saraf pusat sehingga menyebabkan perubahan khas pada perilaku.

Tapi penjelasan semacam ini saja tak dianggap cukup oleh Razman Nasution, "Lakukan itu (pengawasan) dengan pendalaman serta pengetahuan yang mumpuni sehingga benar-benar tepat sasaran. Menurut saya, Polisi lebih baik tangani kasus Narkoba dulu," pungkasnya.

(kpl/pur/agt)

Reporter:

Mathias Purwanto


REKOMENDASI
TRENDING