Tantowi Yahya Akan Ubah AMI

Kapanlagi.com - Dalam peringatan 10 tahun berdirinya AMI di Hotel Dharmawangsa, pada Kamis (20/4), Ketua AMI Tantowi Yahya mengatakan kalau dirinya dan 'kabinet' bentukkanya akan membawa AMI berubah. AMI akan dijadikan ajang penghargaan yang paling menarik di tanah air.

"Selama ini AMI yang katanya sebagai ajang penghargaan musik nomor satu di Indonesia ternyata respon dan partisipasi dari pelaku industri musik kita sangat kurang," ujarnya. "Karena AMI tidak punya nilai jual yang menjolok dan AMI kurang disupport oleh media," jelasnya.

Dan hal tersebut menjadi PR besar bagi pria asal Palembang ini. Namun disisi lain Tantowi bersyukur, pasca pimpinan Titik Puspa, masa jabatan ketua AMI diubah dari tiga tahun ke lima tahun. Disamping itu dia diberi hak penuh untuk menyusun pengurusnya, yang disebut Tantowi sebagai kabinet. Beberapa keluasaan ini yang diyakini Tantowi akan membawa perubahan di tubuh AMI.

"Selama ini banyak orang potensial dan bersebrangan dengan AMI sekarang saya rangkul, karena AMI merupakan milik poduser, milik promotor, milik musisi , penyanyi dan bahkan wartawan musik dan lawyer yang berhubungan dengan musik," paparnya.

Untuk merefleksikan AMI menjadi milik bersama, Tantowi merangkul 11 orang untuk duduk di kabinetnya. Dan kesebelas orang tersebut dirasa olehnya cukup untuk mereprenstasikan pelaku imdustri musik Indonesia saat ini.

Sebagai wakil dari Industri rekaman diambil, Adi Nugroho (Dian Record), ibu Aci (Musica) dan Seno Indiarjo dari indie label. "Bagaimanapun indie salah satu sarana tumbuh kembangnya musik Indonesia suka atau tidak suka," jelasnya.

Bagi Tantowi, petunjukan musik tidak akan menarik kalau tidak melibatkan promotor dan manajer, untuk itu dia mengajak Andri Subuno dan Danny Widjanarko untuk ikut membantunya.

Dari musisi Tantowi, menggamit Fasal Dath, Ahmad Dhani, Addie MS dan Erwin Gautawa. Bergabungnya Fasal Dath, menurut Tantowi, bagaimanapun musik dangdut mempunyai pasar yang luas. Dan Fasal merupakan orang yang layak untuk mewakili kelompok ini.

Masuknya figure-fugur ini ternyata, tidak semudah membalikkan tangan. Tantowi dipaksa untuk meyakinkan mereka. Diperlukan pendekatan yang cerdas. "Paling susah pada saat saya harus meyakinkan Ahmad Dhani dan Danny, Pete Widjanarko. Keduanya cerdas dan sangat kritis," ujar Tantowi.

Bahkan kata Tantowi, Danny sempat akan membuat award sendiri, sementara Ahmad Dhani mengatakan AMI tidak begitu penting baginya, karena menang kalah tidak ada ukurannya yang jelas. "Saya hanya bilang sama Danny, tidak mudah untuk buat award mendingan besarin yang sudah ada, akhirnya dia mau. Dan paling susah Ahmad Dhani, dia punya pikiran yang kritis dan cerdas, saya bilang kalau kamu ingin memperbaiki system harus masuk ke system, jangan menggongong terus diluar, akhirnya mau," ungkapnya.

Dengan bergabungnya orang yang telah disebut diatas, Tantowi ingin ajang AMI menjadi ajang pretisius yang bisa membuat setiap oarng tercenggang. Dan itu akan membuatnya kerja keras.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kl/ww)

Rekomendasi
Trending