Tantowi Yahya Prihatin Pembajakan di Indonesia

Kapanlagi.com - Presenter Tantowi Yahya yang dibesarkan di dunia entertainment, mengaku prihatin dengan kondisi industri musik di Indonesia. Sebagai pekerja seni dan musik, menurutnya banyak persoalan yang membutuhkan pembelaan, terutama menyangkut persoalan pembajakan."Perangkat hukum untuk mengatasi pembajakan sudah memadai, tetapi tidak dijalankan secara optimal. Produk pembajakan justru banyak dijual di berbagai tempat," kata Tantowi yang kini mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI lewat Partai Golkar itu. Hukuman bagi pelaku pembajakan, dianggap Tantowi masih sangat ringan, jika dibandingkan dengan kerugian yang diakibatkan. Ia mencontohkan adanya kasus di mana pembajak hanya dihukum Rp500 juta. Padahal bagi pembajak, denda itu hanya pendapatan setengah hari saja dari hasilnya membajak. Tantowi yang berbicara dalam diskusi Pertarungan Menuju Senayan di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Senayan Jakarta, Rabu (5/11) itu, mengungkapkan jika dirinya terpilih sebagai anggota dewan, berkomitmen untuk mendorong penegakan hukum bagi pembajak karya seni dan musik. "Pembajak perlu dihukum minimal tujuh tahun dan denda Rp1 triliun," kata pembawa acara kuis Want To Be Millionaire itu dengan lantang.  

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(kpl/dar)

Rekomendasi
Trending