SELEBRITI

Tegaskan Tak Terlibat, Billy Syahputra Ungkap Awal Mula Kedekatan Dengan Bos DNA Pro

Jum'at, 29 April 2022 06:31

Billy Syahputra © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Presenter Billy Syahputra memenuhi undangan penyidik Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan menerima aliran uang dari kegiatan robot trading DNA Pro. Pemeriksaan sendiri berlangsung sekira empat jam dengan 17 pertanyaan.

Mantan kekasih Amanda Manopo itu ditemani kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid saat melakukan pemeriksaan. Billy diminta keterangannya atas transaksi yang dilakukan dengan bos DNA Pro.

"Billy ini dimintai keterangan karena pernah menjual mobil ke tersangka yang bernama Steven," ucap Fahmi Bachmid saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/4).


1. Transaksi 1 Miliar

Terkait transaksi jual beli mobil seharga Rp 1 miliar antara Billy Syahputra dan Stefanus Richard atau Steven Abe, Fahmi Bachmid mengatakan kalau hal tersebut terjadi pada penghujung tahun 2021 lalu.

"Jadi waktu itu berawal dari postingan di media sosial, Billy ini menyatakan bahwa dia akan menjual mobil Alphard-nya. Kemudian tersangka menghubungi Billy dan terjadilah transaksi jual beli," kata Fahmi Bachmid.

2. Hanya Jual Beli

Maka itu, hubungan yang terjalin antara kliennya dengan Stefanus Richard ditegaskan Fahmi Bachmid hanya sekedar urusan jual beli kendaraan. Tidak ada hubungan lain di antara sang presenter dengan bos DNA Pro.

"Billy tidak ada keterkaitan dengan permasalahan bisnis tersangka. Jadi enggak punya member atau apa, enggak ada kaitannya sama sekali," tutup Fahmi Bachmid.

3. Kasus DNA Pro

Seperti diketahui, 122 orang yang mengaku korban platform robot trading DNA Pro membuat laporan ke Bareskrim Polri pada Senin, 28 Maret 2022 lalu.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor B/185/IV/RES.2.1/2022/Dittipideksus atas kasus dugaan penipuan berkedok trading binary option DNA Pro.

4. Rugi 97 Miliar

Sebanyak 56 orang dilaporkan ke polisi, yang terdiri dari pendiri hingga komisaris DNA Pro. Dari kasus tersebut, polisi memperkirakan kerugian sementara para korban mencapai Rp 97 miliar.

Sementara ini polisi sudah menetapkan 12 tersangka dalam kasus dugaan penipuan via robot trading DNA Pro, termasuk Stefanus Richard.

(kpl/aal/phi)


REKOMENDASI
TRENDING