Zulfikar Rakita Dewa Tunggu Riana Melahirkan dan Tantang Tes DNA

Senin, 02 Februari 2015 17:01 Penulis: Ahmat Effendi
Zulfikar Rakita Dewa Tunggu Riana Melahirkan dan Tantang Tes DNA Zulfikar Rakita Dewa - Riana Rara Kalsum ©instagram/rianararakalsum
Kapanlagi.com - Seorang janda berusia 40 tahun bernama Riana Rara Kalsum melaporkan putra Deddy Mizwar, Letnan Satu Inf. Zulfikar Rakita Dewa atas tuduhan tindak asusila di Eropa. Jika sebelumnya belum ada pernyataan resmi dari Zulfikar, maka kali ini prajurit Angkatan Darat itu memberikan keterangan.

"Saya ucapkan terima kasih, kepada unsur pimpinan Angkatan Darat dan jajarannya. Kepada rekan-rekan wartawan untuk meliput keterangan saya," ucap Zulfikar mengawali pernyataannya, ketika ditemui di Aula Dinas Penerangan TNI AD Jln. Veteran No. 5 Jakarta Pusat, Senin (2/1/2015).

Zulfikar menjelaskan mengapa ia belum memberikan pernyataan adalah karena ia terikat peraturan di TNI, dan harus mendapat persetujuan panglima jika harus melakukan konferensi pers. Ia lantas membahas tentang kondisi Riana yang sempat berlibur bersamanya di Eropa.

Zulfikar Rakita Dewa dan Riana Rara Kalsum. ©instagram/rianararakalsumZulfikar Rakita Dewa dan Riana Rara Kalsum. ©instagram/rianararakalsum

"Menanggapi isu-isu yang berkembang, dari pemberitaan yang saya dengar dan saya lihat dari media eletronik dan cetak dan digital. Di mana salah satu pemberitaan sang pelapor dalam kondisi hamil," lanjutnya.

Kasus Zulfikar tengah diproses di Puspom TNI AD. Sebagai prajurit Zulfikar harus menjaga kehormatan dan kode etik, dan percaya kebenaran dari kasus ini akan terungkap dari proses yang berlangsung. Sementara tentang kondisi pelapor yang tengah hamil, ia mengatakan sebaiknya ditunggu sampai melahirkan.

"Dalam hal ini marilah kita lihat bersama. Apabila benar (hamil) maka kita tunggu saja waktu kelahirannya, dan nanti saat kelahiran, nanti kita coba tes DNA. Apabila terjadi kecocokan DNA dengan saya. Maka saya sudah tidak pantas menjadi prajurit TNI AD, dan saat itu pula saya siap mengundurkan diri," tegasnya.

(kpl/hen/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi


REKOMENDASI
TRENDING