Sinopsis Sinetron 'ANAK BAND' Episode 45, Tayang Senin 2 November 2020

Senin, 02 November 2020 15:15 Penulis: Canda Dian Permana
Sinopsis Sinetron 'ANAK BAND' Episode 45, Tayang Senin 2 November 2020 Sinetron Anak Band (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Kelanjutan cerita dari Sinetron ANAK BAND hari ini bisa kamu intip di sini! 

“Cahaya pamitan ke Ratna, dia mau ambil barang di toko bahan pizza, Gilang terpaku, dia pasti Cahaya. Cahaya jalan ke motornyanya, saat itu ada orang yang buang sampah sembarangan, Cahaya liat kesal dan teriak.”

Cahaya bersembunyi tapi dari tempat dia bersembunyi, dia bisa dengan jelas melihat Wajah Rahman. Cahaya nampak terisak tanpa suara, karna bisa melihat Wajah Rahman, dia sedih karna Rahman sakit.

Cahaya kembali motornya, dia menghapus air mata, Cahaya merasa bahagia, walaupun sedih, karna hari itu bisa bertemu Rahman, Cahaya lalu membawa motornya pergi dari sana.

Dirumah Miranda, Miranda sudah bersiap mau keluar, Erick muncul dan tanya Miranda mau kemana? Miranda bilang mau ketemu temannya, Erick bilang teman atau anak durhaka itu? Miranda menoleh kesal.

Gilang bawa Rahman balik kerumah, didepan rumah udah ada Vina nunggu, Gilang minta Vina jagain Rahman, Rahman liat Gilang seolah olah ga rela Gilang pergi, tapi Gilang tenangin Rahman dan bilang dia pasti datang lagi.

Cahaya sampai di Kedai Pizza, Ratna bilang, dia tadi dapat telpon, kalo ada pengusaha yang sedang memberikan bantuan buat pengusaha kecil seperti Ratna, Ratna berniat mengajukan proposal untuk mendapatkan Bantuan.

Disebuah café, Miranda nampak duduk, menunggu, Gilang datang, miranda langsung senang liat Gilang, dia langsung berdiri dan peluk Gilang. Gilang juga peluk Miranda dengan wajah kangen.

Gilang jalan dengan Mobilnya, dia cari Kedai Canzy pizza, Gilang sampai disana. Gilang berhenti, dia lalu memarkir mobil dan menatap kearah Kedai. Gilang terdiam. Saat itu Cahaya keluar dari kedai.

Cahaya pamitan ke Ratna, dia mau ambil barang di toko bahan pizza, Gilang terpaku, dia pasti Cahaya. Cahaya jalan ke motornyanya, saat itu ada orang yang buang sampah sembarangan, Cahaya liat kesal dan teriak.

Gilang kaget dan mikir dia ga mungkin banget dia cahaya, beda banget sama sifat Cahaya. Cahaya mana mungkin teriak gitu, Sementara Cahaya naik motor dan pergi dari sana. Gilang buru buru ikutin Cahaya.

(kpl/sctv/nda)


REKOMENDASI
TRENDING