Sinopsis Sinetron 'ISTRI KEDUA' Episode 42, Tayang Jumat 17 Juli 2020

Jum'at, 17 Juli 2020 15:30 Penulis: Canda Dian Permana
Sinopsis Sinetron 'ISTRI KEDUA' Episode 42, Tayang Jumat 17 Juli 2020 Sinetron Istri Kedua (credit: SCTV)

Kapanlagi.com - Kelanjutan cerita dari Sinetron ISTRI KEDUA tayang hari ini. 

“Mobil yang dikendarai Ryan sampai di depan rumah Shakila. Arsa dan Shakila pun muncul dari dalam. Tak lama kemudian, Maya juga muncul di sana. Mereka kaget saat melihat Ryan dan Luna turun dari mobil.”

Di sebuah tempat, tampak Heru sedang duduk menunggu. Tak lama kemudian, dari kejauhan, Heru melihat Ryan datang bersama dengan Luna. Heru kaget dan langsung berencana kabur mengendarai mobil itu.

Ryan dan Luna langsung turun dan menghampiri mobil itu. Ryan menyuruh Heru keluar dari mobil. Heru yang nggak terima pun melawan Ryan. Terjadi ribut-ribut antara Heru dan Ryan. Sementara Luna hanya bisa melerai.

Di perjalanan, Luna memohon-mohon pada Ryan untuk nggak mempermalukan Heru. Awalnya Ryan diam saja. Luna pun kembali memohon. Ryan berpikir sejenak, hingga akhirnya Ryan tersenyum.

Sementara itu di rumah Shakila. Tampak Shakila dan Arsa sedang menemani anak-anak yang makan. Mereka senang sekali mendengar Shakila sudah lebih baik. Mereka berharap Shakila akan sembuh total.

Mobil yang dikendarai Ryan sampai di depan rumah Shakila. Arsa dan Shakila pun muncul dari dalam. Tak lama kemudian, Maya juga muncul di sana. Mereka kaget saat melihat Ryan dan Luna turun dari mobil.

Ternyata Ryan justru nggak bilang kejadian yang sesungguhnya. Ia mengarang cerita kalau mereka menemukan mobilnya ada pada orang yang nggak mereka kenal.

Arsa meminta mereka duduk bersama kemudian meminta bibi membuatkan teh untuk mereka. Terlihat sekali Maya yang masih curiga memandang Luna. Sementara Luna tampak masih belum tenang.

Arsa masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap ke kantor. Tak lama kemudian, Luna masuk dan langsung menghampiri Arsa yang sedang mengancingkan baju. Luna sok-sok perhatian.

Luna masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu dengan kencang. Dia duduk di tepi kasur sambil memijat kepalanya yang pusing. Dia bergumam kalau posisinya saat ini benar-benar terancam di rumah itu.

(kpl/sctv/nda)


REKOMENDASI
TRENDING