Prof.Dr. Zakiah Darajat: Peran Televisi Sebagai Pendidik Harus Dihidupkan Terus

Kamis, 12 Agustus 2004 10:11 Penulis: Erlin
Kapanlagi.com - Acara televisi yang merusak moral masyarakat dan tidak sesuai dengan nilai agama harus dipertimbangkan lagi oleh para pihak penyedia siaran, kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang anak dan keluarga, Prof.Dr. Zakiah Darajat.

"Acara siaran televisi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama maupun etika moral masyarakat seharusnya dipertimbangkan lagi oleh para pemilik siaran tersebut, apakah layak atau tidak untuk disiarkan di depan publik," tegasnya di Jakarta, Rabu.

Ustadzah yang juga psikolog itu mengkhawatirkan akibat buruk dari siaran-siaran yang mengandung unsur kekerasan, seks, dan klenik. Apalagi, siaran tersebut hadir di ruang privat rumah setiap warga yang memiliki televisi, seperti di ruang keluarga dan ruang tidur.

"Penayangan acara mistis yang bisa menumpulkan akal dan logika penonton, ditinjau dari segi agama adalah suatu kesalahan besar,"katanya.

Ia menjelaskan, secara psikologis acara siaran televisi mempunyai pengaruh yang kuat dalam waktu yang lama kepada pikiran penontonnya. Indera pertama yang memiliki pengaruh terkuat pada pikiran adalah penglihatan, kemudian yang kedua adalah pendengaran, dan selanjutnya adalah indera perasa.

Acara televisi yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran penontonnya, menurut dia, memiliki pengaruh yang lebih kuat kepada pikiran penonton dibanding pengaruh media lain.

Zakiah hadir pada rapat dengar pendapat umum antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di gedung DPR, Senayan pada akhir Juni 2004. Saat itu, ia datang mewakili kalangan ulama untuk memberikan pendapat tentang acara siaran televisi.

Ia juga meminta agar para pemilik organisasi televisi tidak hanya mementingkan aspek komersial seperti penayangan iklan yang tidak mendidik, tetapi juga memikirkan peran mencerdaskan masyarakat yang harus dijalankannya.

Selama ini, menurut dia, acara televisi telah berhasil menyediakan informasi dan mendidik masyarakat, tetapi jangan sampai keberhasilan itu dilukai sendiri oleh para insan pertelevisian yang menayangkan acara yang dapat merusak moral.

"Peran televisi sebagai pendidik harus dihidupkan terus, seharusnya televisi bisa menayangkan acara yang dapat membuka wawasan dan menumbuhkan semangat kreativitas, bekerja dan taat beribadah sebagai ganti dari acara yang merusak moral itu," demikian Zakiah

(*/erl)

Editor:

Erlin


REKOMENDASI
TRENDING