Kapanlagi.com - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling agung dalam kalender Islam. Berbagai amalan hari Arafah menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih pengampunan dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi jamaah haji, hari ini adalah puncak ibadah saat mereka melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Namun bagi Muslim yang tidak sedang berhaji, amalan hari Arafah tetap terbuka lebar melalui puasa sunnah, doa, dzikir, dan berbagai amal saleh lainnya.
Dilansir dari Islamic Relief Worldwide, Hari Arafah merupakan hari paling utama bagi umat Islam karena Allah SWT mencurahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada hamba-hamba yang kembali kepada-Nya. Keutamaan ini menjadikan setiap Muslim perlu mempersiapkan diri dengan memahami amalan-amalan yang dianjurkan pada hari mulia tersebut.
Advertisement
Hari Arafah adalah hari ke-9 bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah, yakni sehari sebelum perayaan Idul Adha. Nama "Arafah" diambil dari Padang Arafah, tempat jutaan jamaah haji berdiri dalam perenungan dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Sebagaimana dikutip dari IslamQA.info, hari ini memiliki beberapa kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam.
Pertama, Hari Arafah adalah hari disempurnakannya agama Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 3, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu." Ayat ini turun saat Rasulullah SAW sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah pada haji wada.
Kedua, Hari Arafah adalah hari sumpah Allah. Para ulama menafsirkan bahwa firman Allah "Demi fajar, dan malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr: 1-2) merujuk pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, dengan Hari Arafah sebagai puncaknya. Mengacu pada IslamQA.info, Allah SWT tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung, dan ini menunjukkan betapa mulianya hari tersebut.
Ketiga, Rasulullah SAW sendiri menegaskan bahwa inti ibadah haji adalah Arafah. Tanpa wukuf di Arafah, haji seseorang tidak sah. Hal ini menunjukkan kedudukan hari ini sebagai jantung dari seluruh rangkaian ibadah haji yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Islam di seluruh dunia.
Berdasarkan Islamic Relief Worldwide, Hari Arafah merupakan hari paling utama dalam setahun bagi umat Islam untuk meningkatkan amal kebaikan dan meraih berkah. Berikut tujuh amalan hari Arafah yang dianjurkan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Baca juga: Cara ibadah sunnah bagi yang tidak berhaji untuk raih pahala setara haji dan umrah
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak dzikir tertentu pada hari Arafah. Sebagaimana dikutip dari Muslim Aid, Nabi SAW bersabda, "Doa paling utama adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah kalimah tauhid." Berikut bacaan-bacaan yang dianjurkan.
Bacaan ini merupakan dzikir terbaik yang Rasulullah SAW dan para nabi sebelumnya ucapkan pada senja Arafah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Berdasarkan hadis riwayat Bukhari, barangsiapa membaca dzikir ini sebanyak 100 kali dalam sehari, maka baginya pahala seperti membebaskan 10 hamba, ditetapkan 100 kebaikan, dijauhkan 100 keburukan, serta mendapat perlindungan dari godaan syaitan pada hari itu hingga petang.
Takbir ini dibacakan setelah setiap shalat fardhu mulai Subuh hari Arafah hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah:
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah."
Doa ini termasuk doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah SAW dan sangat sesuai untuk diamalkan pada hari Arafah:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allahumma rabbanaa aatinaa fid dunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfiratan min 'indika warhamni innaka antal ghafuurur rahiim.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan banyak kezaliman dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari)
Puasa Arafah merupakan salah satu amalan hari Arafah yang paling utama bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Mengacu pada Wikipedia, puasa pada hari Arafah bagi non-jamaah haji adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan membawa penghapusan dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
"Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR. Muslim no. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa yang dimaksud merujuk kepada dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar memerlukan taubat yang tulus dan sungguh-sungguh kepada Allah SWT. Untuk memahami lebih dalam tentang jenis dosa yang dihapus oleh puasa Arafah, penting untuk merujuk penjelasan para ulama terkemuka.
Perlu dicatat bahwa jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah justru tidak dianjurkan berpuasa. Hal ini karena Rasulullah SAW sendiri tidak berpuasa saat wukuf, dan para ulama menjelaskan bahwa jamaah haji membutuhkan kekuatan fisik untuk menjalani rangkaian ibadah yang padat.
Berikut lafal niat puasa Arafah yang dapat dibaca pada malam hari atau sebelum waktu Subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Karena merupakan puasa sunnah, niat masih bisa dilakukan di pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Untuk panduan niat puasa 10 hari pertama Dzulhijjah secara lengkap, niat perlu diperbarui setiap hari karena merupakan puasa sunnah terpisah.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang."
Baca juga: Bolehkah menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa Dzulhijjah
Hari Arafah tidak hanya menawarkan keutamaan ibadah ritual, tetapi juga mengandung pelajaran spiritual yang mendalam bagi kehidupan sehari-hari. Sebagaimana disampaikan al-dirassa.com, "Allah telah merancang Hari Arafah sedemikian rupa sehingga momen paling sakral dalam ibadah haji dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam, dari mana pun di muka bumi." Pandangan ini menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang terpisah dari kasih sayang Ilahi pada hari tersebut.
Di Padang Arafah, jutaan manusia berdiri tanpa memandang jabatan, kekayaan, atau status sosial. Semua mengenakan pakaian sederhana dan menundukkan kepala memohon ampunan. Momen ini mengajarkan kesetaraan yang hakiki di hadapan Allah SWT. Hari Arafah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan singkat, dan tujuan akhir setiap manusia adalah kembali kepada Sang Pencipta.
Hari Arafah juga menjadi momen edukasi yang berharga bagi keluarga. Menjelaskan kepada anak-anak tentang peristiwa yang terjadi pada hari ini, mengajak mereka membaca takbir bersama, dan menggambarkan jutaan jamaah haji yang sedang berkumpul di Padang Arafah memberikan fondasi keimanan yang kuat sejak dini. Selain itu, membaca bersama QS. Al-Maidah ayat 3 dan menjelaskan mengapa ayat tersebut diturunkan pada hari ini merupakan pelajaran sejarah Islam yang sangat bermakna.
Bagi yang belum mampu menunaikan haji, Hari Arafah tetap menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW, bersedekah kepada yang membutuhkan, serta menjaga silaturahmi dengan sesama menjadi amalan yang pahalanya dilipatgandakan pada hari mulia ini. Sebagaimana sepuluh hari pertama Dzulhijjah menawarkan peluang kedua bagi yang merasa belum optimal beribadah selama Ramadan, maka jangan biarkan momen berharga ini berlalu tanpa diisi dengan ketaatan.
Baca juga: Kumpulan pantun ucapan Hari Raya Idul Adha 2026 penuh makna
Amalan hari Arafah yang paling utama bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji meliputi berpuasa Arafah, memperbanyak doa dan dzikir terutama membaca kalimah tauhid, memperbanyak istighfar, membaca Al-Quran, bersedekah, serta melakukan muhasabah diri. Puasa Arafah memiliki keutamaan terbesar karena dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim.
Jamaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Padang Arafah tidak dianjurkan berpuasa karena Rasulullah SAW sendiri tidak berpuasa saat wukuf. Para ulama menjelaskan bahwa jamaah haji membutuhkan kekuatan fisik optimal untuk berdoa, berdzikir, dan menjalani rangkaian ibadah haji yang padat sepanjang hari. Puasa Arafah secara khusus diperuntukkan bagi Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Waktu terbaik untuk berdoa pada hari Arafah adalah antara waktu Dzuhur hingga Maghrib, bersamaan dengan waktu wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Disunnahkan untuk memulai dan mengakhiri doa dengan memuji Allah SWT serta berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, memanjatkan doa dengan suara lirih penuh kekhusyukan, serta tidak merasa lambat dikabulkan doanya.
Daftar Referensi
(kpl/fed)